Gus Yahya Ingatkan Beratnya Amanah Pimpin NU: Jabatan Bukan untuk Dibanggakan
Esti setiyowati
Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:38 WIB
Gus Yahya Ingatkan Beratnya Amanah Pimpin NU: Jabatan Bukan untuk Dibanggakan. Foto: Instagram
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengingatkan bahwa jabatan di lingkungan NU, termasuk Ketum PBNU, merupakan amanah dengan tanggung jawab yang sangat besar dan bukan perkara yang sepele.
Ia menegaskan, siapa pun yang dipercaya menjadi pengurus NU tidak boleh memandang jabatan hanya sebagai sarana memperoleh pengakuan atau kedekatan dengan tokoh-tokoh tertentu. Menurutnya, setiap posisi di NU adalah amanah yang menuntut kesungguhan dalam berkhidmat.
Baca juga: Gus Yahya Gemakan Wirid “Ya Jabbar Ya Qahhar” di Munas-Konbes NU 2026, Ini Pesan Tegasnya
"Ini adalah tanggung jawab dengan beban yang luar biasa besar bagi kita semua," tegas Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang tersebut di Gedung PCNU Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2026) lalu.
Gus Yahya mengungkapkan bahwa dirinya pun merasakan beratnya amanah yang diemban sebagai Ketua Umum PBNU. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus di berbagai tingkatan untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat melayani jam'iyah.
Menurutnya, dinamika dan perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengalahkan kepentingan yang lebih besar, yakni menjaga persatuan dan kemaslahatan Nahdlatul Ulama.
"Kepentingan pribadi, keberatan-keberatan pribadi, keinginan-keinginan pribadi harus ditinggalkan demi kepentingan bersama jam'iyah Nahdlatul Ulama yang kita cintai ini," ujarnya.
Ia menegaskan, siapa pun yang dipercaya menjadi pengurus NU tidak boleh memandang jabatan hanya sebagai sarana memperoleh pengakuan atau kedekatan dengan tokoh-tokoh tertentu. Menurutnya, setiap posisi di NU adalah amanah yang menuntut kesungguhan dalam berkhidmat.
Baca juga: Gus Yahya Gemakan Wirid “Ya Jabbar Ya Qahhar” di Munas-Konbes NU 2026, Ini Pesan Tegasnya
"Ini adalah tanggung jawab dengan beban yang luar biasa besar bagi kita semua," tegas Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang tersebut di Gedung PCNU Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (22/7/2026) lalu.
Gus Yahya mengungkapkan bahwa dirinya pun merasakan beratnya amanah yang diemban sebagai Ketua Umum PBNU. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus di berbagai tingkatan untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat melayani jam'iyah.
Menurutnya, dinamika dan perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengalahkan kepentingan yang lebih besar, yakni menjaga persatuan dan kemaslahatan Nahdlatul Ulama.
"Kepentingan pribadi, keberatan-keberatan pribadi, keinginan-keinginan pribadi harus ditinggalkan demi kepentingan bersama jam'iyah Nahdlatul Ulama yang kita cintai ini," ujarnya.