LANGIT7.ID, Kediri,- - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menggemakan
wirid “Ya Jabbar Ya Qahhar” dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes)
Nahdlatul Ulama 2026 yang digelar di
Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Sabtu (20/6/2026) kemarin.
"
Ya Jabbar! (Yang Maha Memaksa)
Ya Qahhar! (Yang Maha Perkasa)
Ya Jabbar! Ya Qahhar! Ya Jabbar! Ya Qahhar!" seru Gus Yahya dengan lantang.
Baca juga: Roadmap 25 Tahun Nahdlatul Ulama Diminta Berbasis Strategi, Gus Yahya Soroti KonsolidasiWirid tersebut digaungkan sebagai bentuk doa dan penguatan spiritual, ditujukan kepada pihak-pihak yang dinilai merusak atau mengganggu keberlangsungan organisasi NU.
"Apapun yang dilakukan orang untuk mengganggu, untuk mencederai, untuk merusak apa yang mulia di dalam jam'iyah ini, pasti tidak akan mencapai apa yang diinginkan," ujar
Gus Yahya.Dalam kesempatan itu,
Gus Yahya menegaskan pentingnya menjaga keutuhan organisasi serta menguatkan solidaritas di kalangan warga NU di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
“Ini kesempatan kita semua. Kesempatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama beserta segenap pimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama seluruh Indonesia untuk melakukan yang terbaik bagi
jam’iyyah ini,” terangnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para kiai, pengurus wilayah, serta peserta Munas dan Konbes yang hadir dalam forum permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar NU tersebut.
Baca juga: Gus Yahya Soroti Dampak Perang Global, Serukan Penyelesaian Konflik Lewat Jalan DamaiMunas-Konbes NU yang berlangsung pada 20–22 Juni 2026 di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri itu merupakan forum strategis yang membahas berbagai isu keagamaan, organisasi, dan kebangsaan, sekaligus menjadi ruang konsolidasi menjelang pelaksanaan Muktamar.
(est)