Viral Perusakan Sesajen, KH Cholil Nafis: Dakwah Itu Mengajak, Bukan Menginjak
Fajar adhitya
Senin, 10 Januari 2022 - 21:04 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Foto: mui.or.id
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menyayangkan aksi perusakan sesajen di wilayah erupsi Semeru, Lumajang Jawa Timur. Ia menyesalkan tindakan tersebut bila hal itu diniatkan sebagai dakwah.
"Soal sesajen itu bisa karena keyakinan, bisa karena budaya," kata Kiai Cholil melalui akun Twitter @cholilnafis, Senin (10/1/2022).
Baca juga:Ini Respons Aswaja NU Jatim Soal Sesajen di Semeru
Kiai Cholil menyatakan, perusakan sesajen yang bersifat budaya atau sebagai perangkat ibadah ummat agama lain tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Sebab, menurutnya, karakteristik dakwah itu mengajak bukan menginjak.
"Saya menyesalkan perilaku menendang sesajen di gunung itu atas nama apapun. Sebab dakwah itu mengajak dengan hikmah, bukan menginjak dan merendahkan," ungkapnya.
Baca juga:Ziarah dan Tawasul ke Makam Waliyullah Tidak Syirik namun Perlu Berhati-hati
"Soal sesajen itu bisa karena keyakinan, bisa karena budaya," kata Kiai Cholil melalui akun Twitter @cholilnafis, Senin (10/1/2022).
Baca juga:Ini Respons Aswaja NU Jatim Soal Sesajen di Semeru
Kiai Cholil menyatakan, perusakan sesajen yang bersifat budaya atau sebagai perangkat ibadah ummat agama lain tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Sebab, menurutnya, karakteristik dakwah itu mengajak bukan menginjak.
"Saya menyesalkan perilaku menendang sesajen di gunung itu atas nama apapun. Sebab dakwah itu mengajak dengan hikmah, bukan menginjak dan merendahkan," ungkapnya.
Baca juga:Ziarah dan Tawasul ke Makam Waliyullah Tidak Syirik namun Perlu Berhati-hati