LANGIT7.ID, Jakarta - Da'i kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, salah satu ciri khas Al-Qur'an adalah selalu mengajak umat manusia untuk menjadi ilmuwan. Ada banyak ayat dalam Qur'an yang mendorong untuk melakukan pengamatan, penelitian, dan penelaahan terhadap segala yang tampak di alam semesta.
Dia mencontohkan kandungan Surah Al-Ghasyiyah ayat 16-20. Ayat itu berisi pertanyaan yang mendorong manusia untuk memperhatikan penciptaan unta, langit ditinggikan, bumi dihamparkan, dan gunung-gunung yang jadi pasak sehingga menjadi tegak.
Sekitar 2008, UAH menceritakan ketika mengajak beberapa kelompok mahasiswa untuk meneliti ayat-ayat tentang hewan. Mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok. Ada kelompok yang meneliti tentang kera, ada pula tentang unta, dan tentang gajah dalam Surah Al-Fil.
Saat melakukan penelitian, mahasiswa itu memberikan makanan ke kera. Saat kera diberikan makanan dan tangan kanannya itu dipegang, ia akan mengambil dengan tangan kiri. Jika kedua tangan kera itu dipegang, ia akan mengambil memakai kaki.
Saat kera bosan tinggal di wilayahnya, dia akan berekspansi ke suatu wilayah baru. Kera-kera di wilayah baru itu akan diusir agar dia bisa nyaman tinggal.
"Maka itu tidak mengherankan kenapa ada kaum yang dikutuk dengan menjadi kera, karena karakteristik kaum ini sama persis dengan apa yang dimiliki oleh kera, rakus ingin mengambil semuanya. Monopoli wilayah, kalau bosan wilayah sendiri, ambil wilayah lain," kata UAH melalui kanal
YouTube Adi Hidayat Official, dikutip Senin (15/1/2022).
Kemudian, kelompok kedua meneliti tentang unta. Unta ternyata memiliki dua kaki dua tangan. Unta memiliki selaput di matanya. Unta juga memiliki satu bagian tembolok yang bisa menampung air, sehingga kuat tidak minum dalam satu bulan.
Dengan selaput mata, dia bisa melalui padang pasir, meski dalam keadaan badai. Dua kaki dan dua tangan berkaitan dengan hadits tentang tata cara sujud yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud.
Nabi memberikan gambaran kepada kita untuk mudah bersujud saat shalat, bisa mengambil dengan menggunakan lutut, atau kedua telapak tangan. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud itu ingin menggabungkan tentang kemudahan dalam beribadah.
UAH lalu menjelaskan, semua bentangan ayat dalam Al-Qur'an memiliki hikmah yang sangat banyak. Manusia akan menemukan mutiara-mutiara hikmah jika selalu mencari dan meneliti.
"Indonesia terletak di katulistiwa, yang dengan itu banyak mengandung mineral, dikandung oleh bumi. Dari 6 selat yang ada di bumi, empat ada di negeri ini. Alam yang tropis sehingga banyak tumbuh-tumbuhan, termasuk buah-buahan. Jadi budaya meneliti, budayakan mengambil hikmah dari Al-Qur'an," ucap UAH.
(jqf)