Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hati-hati, Gaslighting dalam Hubungan Asmara Bentuk Kekerasan Psikis

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 21 Januari 2022 - 16:15 WIB
Hati-hati, Gaslighting dalam Hubungan Asmara Bentuk Kekerasan Psikis
Ilustrasi gaslighting dalam hubungan rumah tangga. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Belakangan istilah gaslighting banyak berseliweran di dunia maya dan kehidupan sosial. Gaslighting dalam sebuah hubungan asmara bisa terjadi pada siapa saja.

Menurut Healthline, istilah gaslighting adalah bentuk pelecehan emosional yang membuat Anda mempertanyakan keyakinan dan persepsi Anda tentang kenyataan.

Sederhananya, gaslighting kekerasan terhadap mental atau psikis seseorang dalam bentuk manipulasi guna mendapatkan kepentingan diri sendiri, sehingga membuat korban merasa tidak nyaman.

Baca juga: Kesetaraan dalam Islam, Kunci Kesuksesan Sebuah Rumah Tangga

Konsultan Psikolog, Muhammad Iqbal mengatakan perilaku gaslighting dalam hubungan dapat dikategorikan sebagai hubungan yang tidak sehat.

"Dalam hubungan percintaan maupun pertemanan, itu dinamakan toxic relationship yakni hubungan yang bermasalan, dan tentu saja tidak sehat,' katanya kepada Langit7, Jumat (21/1/22).

Para pelaku biasanya menggunakan teknik manipulasi yaitu membuat dirinya seolah-olah tidak bersalah. Dengan sifat ini korban yang akan merasa dirinya bersalah ucap Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana ini.

Menurut dia, semua orang berpotensi memiliki perilaku tersebut. Dalam sebuah hubungan, perilaku gashlighting bisa saja didapat dari orang tua, pasangan, sahabat, atau bahkan diri sendiri.

"Tanda-tanda orang yang berperilaku gaslighting, seperti memiliki sifat posesif yang berlebihan, marah berlebihan tanpa alasan, kemudian mengancam menyakiti dan lainnya," imbuhnya.

Melihat perilaku gaslighting, Iqbal mengatakan korban nantinya akan mengalami trauma. Sehingga untuk penyembuhannya harus dilakukan dengan melakukan konseling ke psikiater agar kepercayaan dirinya kembali pulih.

Baca juga: Istri Sukses Berkarir, Suami Urus Rumah Tangga, Bagaimana Pandangan Islam?

"Untuk penyembuhan bagi korban, mereka perlu mendapatkan konseling tentang bagaimana menjadi pribadi yang optimis, percaya diri, berani menghadapi kesulitan, dan berani mengatakan tidak untuk kebenaran. Ini sangat penting untuk dilakukan agar meningkatkan kembali kepercayaan dirinya," tutur CEO Rumah Konseling ini.

"Guna mencegah terjadinya gaslighting, para remaja dan anak-anak harus diedukasi, bagaimana caranya menjalani hubungan yang sehat. Jangan sampai karena bucin karena ingin diperhatikan. Kita merelakan atau mengorbankan hubungan dengan orang lain khususnya dengan keluarga," tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)