LANGIT7.ID - , Jakarta - Belakangan istilah gaslighting banyak berseliweran di dunia maya dan kehidupan sosial.
Gaslighting dalam sebuah hubungan asmara bisa terjadi pada siapa saja.
Menurut Healthline, istilah
gaslighting adalah bentuk pelecehan emosional yang membuat Anda mempertanyakan keyakinan dan persepsi Anda tentang kenyataan.
Sederhananya,
gaslighting kekerasan terhadap mental atau psikis seseorang dalam bentuk manipulasi guna mendapatkan kepentingan diri sendiri, sehingga membuat korban merasa tidak nyaman.
Baca juga: Kesetaraan dalam Islam, Kunci Kesuksesan Sebuah Rumah TanggaKonsultan Psikolog, Muhammad Iqbal mengatakan perilaku
gaslighting dalam hubungan dapat dikategorikan sebagai hubungan yang tidak sehat.
"Dalam hubungan percintaan maupun pertemanan, itu dinamakan
toxic relationship yakni hubungan yang bermasalan, dan tentu saja tidak sehat,' katanya kepada Langit7, Jumat (21/1/22).
Para pelaku biasanya menggunakan teknik manipulasi yaitu membuat dirinya seolah-olah tidak bersalah. Dengan sifat ini korban yang akan merasa dirinya bersalah ucap Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana ini.
Menurut dia, semua orang berpotensi memiliki perilaku tersebut. Dalam sebuah hubungan, perilaku
gashlighting bisa saja didapat dari orang tua, pasangan, sahabat, atau bahkan diri sendiri.
"Tanda-tanda orang yang berperilaku
gaslighting, seperti memiliki sifat posesif yang berlebihan, marah berlebihan tanpa alasan, kemudian mengancam menyakiti dan lainnya," imbuhnya.
Melihat perilaku gaslighting, Iqbal mengatakan korban nantinya akan mengalami trauma. Sehingga untuk penyembuhannya harus dilakukan dengan melakukan konseling ke psikiater agar kepercayaan dirinya kembali pulih.
Baca juga: Istri Sukses Berkarir, Suami Urus Rumah Tangga, Bagaimana Pandangan Islam?"Untuk penyembuhan bagi korban, mereka perlu mendapatkan konseling tentang bagaimana menjadi pribadi yang optimis, percaya diri, berani menghadapi kesulitan, dan berani mengatakan tidak untuk kebenaran. Ini sangat penting untuk dilakukan agar meningkatkan kembali kepercayaan dirinya," tutur CEO Rumah Konseling ini.
"Guna mencegah terjadinya gaslighting, para remaja dan anak-anak harus diedukasi, bagaimana caranya menjalani hubungan yang sehat. Jangan sampai karena bucin karena ingin diperhatikan. Kita merelakan atau mengorbankan hubungan dengan orang lain khususnya dengan keluarga," tutupnya.
(est)