Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tiga Tingkatan Sabar Versi Gus Baha, Gembira Merupakan Tertinggi

Jaja Suhana Rabu, 26 Januari 2022 - 11:05 WIB
Tiga Tingkatan Sabar Versi Gus Baha, Gembira Merupakan Tertinggi
Gus Baha. Foto: PWMU.CO.
LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari ujian dan masalah hidup. Namun ujian dan masalah yang datang tidak lepas dari batas kemampuan masing-masing manusia. Musibah datang untuk menguji manusia, apabila ia berhasil melalui ujian tersebut maka akan naik tingkat.

Ulama muda Nahdlatul Ulama, Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab dipanggil Gus Baha, mengatakan, ada tiga tingkatan atau maqam sabar menurut para ulama. Dimulai dari tingkat terendah sampai tertinggi, yakni bahagia saat tertimpa musibah dan ujian.

Tingkatan pertama orang sabar yakni tidak mengeluh saat tertimpa musibah. Saat ada masalah fokuslah pada solusi, karena dengan hanya mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah.

Baca Juga: Pentingnya Sanad Keilmuan, Tidak Boleh Asal-asalan dalam Berislam

"Ciri utama sabar itu meninggalkan mengeluh, ini maqamnya para tabiin," ujar Gus Baha, dikutip dari Instagram Santri Gayeng, dikutip Rabu (26/1/2022).

Tingkatan selanjutnya menurut Gus Baha adalah rida terhadap segala sesuatu yang sudah jadi ketetapan Allah. Dengan rida kepada ketetapan dari Allah, maka Allah juga akan rida kepada orang tersebut.

"Rida atas ujian dan musibah adalah maqam bagi orang zuhud, hamba yang meninggalkan kenikmatan dunia dan tidak berharap apa-apa kecuali keridaan Allah," ujarnya.

Baca Juga: Bagi-bagi Tugas, Ini 3 Setan yang Ganggu Ibadah Salat

Terakhir, lanjutnya, manusia yang gembira ketika mendapat musibah dan cobaan. Karena sejatinya yang memberikan ujian itu adalah Allah SWT. Allah menurunkan ujian dan musibah kepada hambanya yang beriman untuk menguji keimanandan kesabarannya.

Menurut Gus Baha, orang protes ketika mendapatkan cobaan, semata karena ia tidak berpikir siapa yang memberi cobaan itu. "Andaikan tahu dan yakin yang memberi cobaan itu Allah maka dia pasti merasa malu sama Allah," ujarnya.

Baca Juga: MHQ Abadikan Cita-Cita Syekh Ali Jaber: Cetak Satu Juta Penghafal Alquran

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)