Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kehebatan Al-Qur'an, Bisa Dipahami Sederhana dan Penuh Filosofi

Muhajirin Kamis, 27 Januari 2022 - 16:00 WIB
Kehebatan Al-Qur'an, Bisa Dipahami Sederhana dan Penuh Filosofi
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Mufassir Quraish Shihab menyebut, ada tiga hal pokok jika seseorang membicarakan kandungan Al-Qur'an. Ketiganya ialah kandungan tujuan Al-Qur'an diturunkan, cara mencapai tujuan, dan bukti kebenaran kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu.

Tujuan Al-Qur'an diturunkan sudah masyhur dalam pembahasan, misalnya sebagai petunjuk bagi umat manusia. Lalu, cara Qur'an menyampaikan cara-cara agar manusia sampai ke tujuan ada empat langkah.

Pertama, memperhatikan alam raya. Ada banyak Al-Qur'an yang meminta manusia untuk bertadabbur, bertafakur, dan memikirkan ciptaan Allah di alam semesta. Tujuan utama pola tadabbur ini adalah agar manusia bisa mengenal Allah Ta'ala.

Kedua, berbicara tentang manusia. Al-Qur'an memerintahkan manusia untuk memikirkan tentang dirinya sendiri, seperti dalam Surah Al-Qiyamah ayat 37-38. Dalam ayat itu disebutkan bahwa manusia tercipta dari setetes nutfah. Artinya, manusia itu lemah.

"Perenungan ini penting agar kita sadar bahwa kita ini makhluk lemah yang membutuhkan pegangan. Pegangan kita adalah Allah," kata Quraish Shihab, dikutip kanal YouTube Quraish Shihab, Kamis (27/1/2022).

Ketiga, Al-Qur'an membawa kisah. Ada banyak kisah dalam Al-Qur'an, baik kisah masyarakat maupun kisah perorangan. Ada sejarah Nabi Ibrahim, Musa, Isa, Firaun, hingga Qarun. Kisah itu untuk pelajaran. jika mengandung kebaikan, maka manusia diminta untuk mengikuti, jika tidak, maka harus ditinggalkan.

Keempat, Al-Qur'an memberi janji dan ancaman. Qur'an menjanjikan ketenangan batin bagi orang yang taat kepada Allah dan mendapatkan surga di akhirat kelak. Sebaliknya, orang durhaka akan gelisah dan diancam neraka.

Bukti Kebenaran Al-Qur'an

Setiap nabi diberi mukjizat untuk menghadapi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah. Mukjizat para nabi sebelum Rasulullah, berakhir dengan kematian mereka, karena masih ada nabi setelahnya yang membawa bukti kebenaran.

"Tongkat nabi Musa masih ada? sudah tidak ada, karena sudah ada Nabi Isa. Tetapi karena Nabi Muhammad nabi terakhir dan cakupan ajarannya di seluruh alam raya, maka, tidak bisa mukjizat itu bersifat materi. Misalnya tongkat, orang hanya bisa melihat di mana tongkat itu berada," kata Quraish Shihab.

Atas dasar itu pula mukjizat Nabi Muhammad bersifat abadi sampai hari kiamat. Ini agar setiap orang kapan dan di manapun bisa mengetahui dan menguji kebenaran Al-Qur'an. Ada tiga mukjizat Al-Qur'an yang disebut dalam Qur'an.

Ketiga aspek itu yakni keindahan dan ketelitian bahasanya, isyarat-isyarat ilmiah yang terkandung di dalamnya, dan pemberitaan ghaib.

"Bandingkan redaksi Qur'an dengan ucapan nabi atau syair-syair pada masa nabi. Al-Qur'an itu unggul," kata Quraish Shihab.

Dulu pada masa jahiliyah sudah ada hukum wajar membunuh pembunuh agar tidak terjadi pembunuhan beruntun. Maka, mereka mengucapkan al-qatlu anfaa lil qatli (pembunuhan itu menafikan, menghalangi terjadinya pembunuhan lain).

"Tapi Al-Qu'ran mengatakan, lakum fil-qishashi hayah (dalam qishash itu ada kehidupan). Itu redaksinya luar biasa, singkat, padat, dan mencakup makna-makna yang tidak dicakup oleh apa yang dipikirkan oleh manusia. Itu sebabnya orang Arab sangat terkagum--kagum mendengar Al-Qur'an," ucap alumnus Universitas Al-Azhar itu.

Demikian pula Al-Qur'an yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Tidak ada yang pernah tahu sebelum abad ke-19 atau awal abad ke-20 bahwa jasad Fir'aun itu masih ada. Tapi Al-Qur'an di Surah Yunus ayat 92 sudah mengabarkan itu.

"Siapa yang mau lihat Firaun, ada di Mesir sekarang. Itu bukti kebenarannya secara ilmiah dan ada di Qur'an. Persoalannya masih orang tidak mau baca dan teliti," tutur Quraish Shihab.

Belum lama-lama ini terbukti perbandingan antara jumlah laut dan daratan. Jumlah kata laut dalam Al-Qur'an persentasenya 70 sekian persen jika dibandingkan dengan kata darat 30 persen. Itu persis sama dengan hitungan sekarang.

"Kata hari dalam Al-Qur'an yang disebutkan dalam Al-Qur'an itu disebut 365 kali, kata bulan hanya 12 kali. Kemudian kata hari berbentuk jamak hanya 30 kali," tutur Guru Besar bidang Ilmu Tafsir ini.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)