LANGIT7.ID - , Jakarta - Baru-baru ini media sosial mengenalkan teknologi terbaru mesin pencetak dokumen. Perangkat tersebut proses kerjanya mirip seperti
vending machine, hanya saja diperuntukan untuk mencetak dokumen.
Chief Executive Officer (CEO), Alif Hikmah Fikri mesin pencetak dokumen yang diberi nama Printbox ini merupakan rancangan dari
startup yang dibangun oleh empat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dengan peralatan lokal.
"Kami
startup yang berada di bawah naungan Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) UI dan juga telah didukung oleh Menristekdikti di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kurang lebih dari tahun 2020," kata Alif saat dihubungi Langit7 via sambungan telepon.
Baca juga: Jokowi Minta Andil Mahasiswa dalam Perkembangan Ekonomi DigitalTujuan membuat Printbox ini untuk menjawab permasalahan mahasiswa dalam mencetak dokumen. Dengan mesin ini, pengguna tak perlu lagi ke mencetak dokumen di jasa pengetikan dan
print.
Printbox ini memiliki fitur layaknya
printer pada umumnya. Ia dapat mencetak dokumen dalam warna dan juga bisa difungsikan sebagai mesin
fotocopy. Tak hanya itu, Printbox ini memiliki fitur canggih yang dapat menjaga keamanan dokumen Anda.
"Dokumen yang ter-
upload di server kami itu terdeskripsi. Jadi dokumen itu akan terkunci dan tidak ada yang bisa melihat dokumen tersebut hingga ia sampai ke proses print atau cetak dokumen. Secara otomatis dokumen akan ter-
delete (terhapus). Dokumen yang di kirim oleh
user seperti KTP, KK atau misal dokumen-dokumen penting itu aman," katanya.
Hingga saat ini baru 11 Printbox yang sudah diproduksi baru tersebar di wilayah Jakarta dan Depok saja, yaitu 10 titik di Universitas Indonesia (UI) di Depok dan satu mesin di Fakultas Kedokter UI di Salemba. Penempatan yang hanya ada di kampus tersebut, diakui Alif karena pengembangan Printbox yangn di bawah naungan UI.
Terkait cara penggunaannya, dengan membuka website www.inveting.id, kemudian pilih upload dokumen. Setelah itu akan muncul
setting dan dengan pilihan mencetak warna atau hitam putih. Selain itu, Anda juga harus mengisi berapa jumlah salinan dan lainnya.
"
User juga bisa memilih halamannya, misal yang mau di print halaman 35 sampai 100 itu bisa," ucap Ali.
Setelah memilih dokumen yang akan dicetak, pengguna akan diarahkan untuk melakukan pembayaran menggunakan
digital payment.
"Setelah selesai pembayaran, pengguna akan mendapatkan VR Code untuk discan di Printbox terdekat. Untuk
prosesing upload dokumen kurang lebih 1 menit." tuturnya.
Untuk harganya, jika cetak hitam putih maka perlembar Rp500, sementara
print warna perlembar dikenakan tarif Rp1.000. Sebagai informasi, Printbox saat ini hanya bisa mencetak kertas ukuran A4 saja.
Baca juga: Percepat Pembangunan Desa, Gus Halim Minta Mahasiswa dan Pendamping Desa KolaborasiTemuan baru tersebut sontak disambut antusias warganet. Apalagi dengan teknologi yang ditawarkan memberi kemudahan penggunanya.
"Ini cocoknya ada di tempat-tempat pelayanan umum kyk kelurahan, dukcapil, tempat perpanjang sim, dll. Soalnya kalo lg ngurus berkas dan harus potokopi jauh-jauh bener tempat potokopiannya, dah gitu harganya rada sinting," ucap @aldtkpr.
(est)