LANGIT7.ID, Semarang - Kasus Covid-19 di Kota Semarang naik signifikan. Sempat mengalami zero kasus, sampai dengan Selasa (2/2), terkonfirmasi sudah ada 68 kasus baru, terdiri dari 48 pasien dalam kota dan 20 dari luar kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Abdul Hakam memprediksi kasus covid-19 di wilayah kerjanya akan mengalami lonjakan sampai dengan akhir Februari ini. Hal ini mendasarkan pada angka kasus covid 2020 dan 2021, cakupan vaksinasi lebih dari 6 bulan dan protokol kesehatan.
“Saat ini tercatat ada 10 pasien yang dirawat di rumah sakit. Kota Semarang memiliki 20 rumah sakit yang melayani pasien Covid-19,” kata Hakam, dikutip Selasa (2/2/2022).
Baca juga:
Kasus Covid-19 Melonjak, BOR DKI Jakarta Capai 52 Persen Meski mengalami lonjakan yang signfikan, Hakam memastikan tidak ada klaster yang besar. Klaster di temukan hanya pada keluarga. Mayoritas temuan kasus baru berasal dari pelaku perjalanan beserta kontak eratnya.
“Mereka dari bepergian, kemudian flu, di tes ternyata positif. Selain itu temuan kasus juga dari kontak erat,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan gelombang ketiga, Hakam meminta kepada rumah sakit di Kota Atlas untuk menyiapkan tempat isolasi, obat-obatan dan oksigen. Begitu pula tempat isolasi terpusat di rumah dinas Wali Kota Semarang.
“Untuk yang di rumah dinas kapasitas 200. Yang di rumah sakit masih tersedia sekitar 800 tempat isolasi,”ucapnya.
Dinas Kesehatan terus berupaya untuk mendisiplinkan protokol kesehatan dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, baik itu dari kelurahan, kecamatan, organisasi pemerintah daerah terkait dan seluruh stakeholder.
Baca juga:
Satgas Covid-19: Kasus Positif Meningkat 40 Kali dalam SepekanSelain itu, vaksinasi dosis ketiga atau booster juga terus dimasifkan untuk menekan penyebaran varian apapun.Sejauh ini, capaian vaksin booster baru di angka 100 ribuan sasaran, meski dinas kesehatan menargetkan 250 ribu sasaran pada Januari 2022.
“Target belum bisa tercapai lantaran tugas vaksinator masih dibagi untuk penyuntikan dosis kedua bagi anak usia 6-11 tahun. Teman-teman di puskemas masih terbagi ke sekolah, kelurahan, puskesmas. Mudah-mudahan awal Februari kita bisa menggenjot full dosis ketiga,” kata Hakam.
Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan masyarakat untuk tidak abai dalam menjaga protokol kesehatan. Ia meminta masyarakat untuk tidak panik, dengan lonjakan covid-19.
“Tidak perlu risau, tapi tetap waspada. Segera bagi yang belum vaksin kedua dan booster,” katanya.
(sof)