LANGIT7.ID - , Jakarta - Jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia makin bertambah. Data Covid19.go.id dan Kementerian Kesehatan per 3 Februari 2022 kasus positif Covid di Indonesia mencapai 4.414.483.
Meski dikatakan varian Omicron menimbulkan gejala ringan, namun hingga saat ini masih sulit dikenali gejala pastinya.
Dilansir dari Best Life, Kamis (3/2/22) menurut aplikasi studi Covid Zeo Inggris, sakit kepala menjadi salah satu dari lima gejala paling umum dari Omicron.
Baca juga: WHO Ingatkan Peningkatan Kematian Akibat Omicron Terus Bertambah"Meskipun sakit kepala adalah gejala Covid-19 yang kurang terkenal, itu adalah salah satu tanda awal penyakit dan lebih umum daripada gejala 'klasik' batuk, demam, dan kehilangan penciuman," kata para peneliti di Zeo Covid-19 Studi menjelaskan di situs web mereka.
Akan tetapi tidak semua sakit kepala itu gejala Omicron. Karena itu ada pembeda dari para peneliti seperti sakit kepala yang parah, terjadi pada dua sisi kepala dan bukan di satu area dan berdenyut, menekan atau menusuk.
Ada juga ciri-ciri lain seperti sakit kepala yang berlangsung selama lebih dari tiga hari. Bila hal tersebut dialami, waspadailah kemungkinan besar itu gejala Omicron.
"Banyak virus yang menyebabkan gangguan pernapasan termasuk Covid, yang kemudian menyebabkan sakit kepala," kata Amesh A.Adalja, MD, dari Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.
William Schaffner, MD, spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine mengatakan, "Pemikiran umum adalah bahwa tubuh Anda mengalami reaksi peradangan saat melawan virus, dan sakit kepala adalah bagi dari tanggapan itu."
Baca juga: Menkes Prediksi Gelombang Omicron Lebih Besar dari Varian DeltaDokter mengatakan ada alasan kenapa gejala seperti ini tampak lebih sering terjadi pada varian Omicron. Thomas Russo, MD, profesor dan kepala penyakit menular di Universitas Buffalo di New York mengatakan virus Omicron tampaknya memang lebih fokus pada saluran pernapasan bagian atas yang mencakup sinus Anda.
"Sakit kepala biasanya terjadi dengan peradangan pada sinus. Kombinasi stres karena terinfeksi juga merupakan salah satu faktor yang masuk akal," katanya.
(est)