LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur, menilai perlu terobosan untuk lebih mengoptimalkan peran Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ). Salah satu tujuannya adalah memerangi buta baca Qur'an di Indonesia.
Waryono menyebut ada lima kompetensi yang harus dimiliki LPQ. Pertama, kompetensi manajerial. Ini agar LPQ tertata lebih baik dan memiliki daya saing. Kedua, kompetensi kepribadian untuk membentuk SDM Pendidikan Al-Qur'an yang kompetitif dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Ketiga, kompetensi kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur dan kemandirian ekonomi dari level bawah. Ini juga untuk mendukung Indonesia sebagai kiblat halal dunia pada 2024.
Keempat, kompetensi supervisi. Ini sangat penting untuk menjaga dan mempertahankan kualitas LPQ, sehingga memiliki daya tarik dan daya saing di tengah masyarakat. Kelima, kompetensi sosial dalam membentuk kemampuan sosial dan terbuka.
Sementara, Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramadhani, mengatakan, Kemenag terus berupaya meningkatkan kompetensi para pengelola LPQ. Dia menilai kompetensi menjadi kunci prestasi.
Kompetensi yang dicanangkan dalam pendidikan Al-Qur'an menyangkut pengembangan diri dan akal/kecerdasan dengan baik. Setidaknya, diperlukan empat kecerdasan dalam mengelola dan mengembangkan Pendidikan Al-Qur'an.
Pertama, kecerdasan intelektual. Hanya orang cerdas secara intelektual yang mampu membangun skala prioritas. Mereka harus menciptakan mitigasi ketika ada masalah. "Ekspektasi pada Pendidikan Al-Qur'an sangat penting karena memainkan emosi dan perilaku," kata Ali, dikutip laman resmi Kemenag, Jumat (3/2/2022).
Kedua, kecerdasan fisikal. Ini sangat penting untuk pengajar Pendidikan Al-Qur'an, karena terkait langsung dengan implementasi kitab suci. Ketiga, kecerdasan emosional. Kecerdasan ini yakni tenang menghadapi apapun dan bisa memberikan jalan keluar terbaik.
Keempat, kecerdasan sosial, yakni kemampuan untuk berinteraksi dan membangun komunikasi dengan siapapun. Sikap supel dalam pendidikan Al-Qur'an sangat penting, sebab dasar dari Al-Qur'an adalah akhlak.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana, mengatakan, LPQ memiliki peran strategis sebagai media pengenalan Al-Qur'an sejak dini meski merupakan pendidikan nonformal.
Al-Qur'an yang diajarkan pada usia emas akan menjadikan neuron/saraf mampu menyimpan secara kuat. Demi mendukung target pembelajaran, perlu ada kurikulum pendidikan Al-Qur'an yang komprehensif dan didukung kemampuan pedagogis para ustadz.
Eksistensi LPQ sampai saat ini, kata Rohmat, tidak lain karena semangat ruhul jihad dari para ustadz. "Pemerintah hadir untuk memenuhi dan memperhatikan hak-hak para ustadz tersebut," ucapnya.
(jqf)