Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Din Syamsuddin Usulkan Ivermectin untuk Obat Penyembuhan Covid-19

mahmuda attar hussein Ahad, 25 Juli 2021 - 22:35 WIB
Din Syamsuddin Usulkan Ivermectin untuk Obat Penyembuhan Covid-19
Prof. Din Syamsuddin memberi remarks pada World Ivermectin Day secara virtual, 25-7-21. Foto: istimewa
LANGIT7.ID, Jakarta - Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2015, Din Syamsuddin meminta pakar kesehatan dan pemerintah Indonesia untuk melakukan kajian mendalam terhadap Ivermectin. Ia meyakini, Ivermectin dapat memberikan kesembuhan terhadap penderita Covid-19.

“Sebagai seorang bukan ahli kesehatan saya meyakini bahwa obat yang ramai dibahas terakhir ini (Ivermectin) adalah obat yang dapat menjadi optional use atau pilihan untuk menyembuhkan pasien terpapar Covid-19,” ujar mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini pada World Ivermectin Day secara virtual, Minggu (25/7).

Keyakinannya ini berangkat dari hadits Nabi Muhammad SAW yang disebutkan bahwa dalam setiap penyakit terdapat obat penyembuhnya. Selain itu, Ivermectin sudah dikembangkan sejak 40 tahun silam oleh dua profesor peraih penghargaan Nobel, William Campbell dan Otoshi Omura. Telah memiliki dasar ilmiah dan uji coba terhadap pasien Covid-19 di beberapa negara.

Kebijakan kesehatan Amerika Serikat juga telah menggunakan Ivermectin sebagai alternatif untuk penyembuhan pasian terjangkit. Terlebih, India juga menggunakan obat ini mengalami angka penurunan drastis terhadap penderita Covid-19, termasuk varian Delta.

“Saya tergerak untuk mengusulkan Ivermectin sebagai solusi tiada lain kecuali untuk kemaslahatan bangsa. Karena pil Ivermectin juga dapat dikonsumsi sebagai upaya pencegahan, maka saya sendiri memakainya,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan obat ini sebagai pengganti vaksin, mengingat vaksinasi yang sejauh ini sudah dilakukan belum bisa mengatasi dan memotong laju penyebaran virus Covid-19. Apalagi, harga Ivermectin yang dinilai relatif lebih murah, sekitar USD3 cents atau sekitar Rp500, sehingga negara bisa menghemat anggaran.

Ia berharap pemerintah Indonesia juga dapat memberikan kemudahan terkait proses dan prosedur perizinan obat ini. Sebab, pihaknya saat ini berencana untuk memberikan bantuan sebanyak 100 ribu dari target 1 juta pil Ivermectin dari luar negeri kepada Muhammadiyah.

“Barang tersebut sudah sebulan lebih tiba di Bandara Soekarno Hatta tapi belum dapat keluar. Saya mendapat konfirmasi bahwa pihak Muhammadiyah akan menyalurkan obat tersebut melalui seratusan Rumah Sakit Muhammadiyah yang menangani pasien Covid-19. Kiranya pemerintah memudahkan upaya organisasi masyarakat untuk menyehatkan kehidupan bangsa,” imbuhnya.

Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2015, Din Syamsuddin meminta pakar kesehatan dan pemerintah Indonesia untuk melakukan kajian mendalam terhadap Ivermectin. Ia meyakini, Ivermectin dapat memberikan kesembuhan terhadap penderita Covid-19.

“Sebagai seorang bukan ahli kesehatan saya meyakini bahwa obat yang ramai dibahas terakhir ini (Ivermectin) adalah obat yang dapat menjadi optional use atau pilihan untuk menyembuhkan pasien terpapar Covid-19,” kata dia.

Keyakinannya ini berangkat dari hadits Nabi Muhammad SAW yang disebutkan bahwa dalam setiap penyakit terdapat obat penyembuhnya. Selain itu, Ivermectin yang sudah dikembangkan sejak 40 tahun silam oleh dua profesor peraih penghargaan Nobel, William Campbell dan Otoshi Omura, telah memiliki dasar ilmiah dan uji coba terhadap pasien Covid-19 di beberapa negara.

Kebijakan kesehatan Amerika Serikat juga telah menggunakan Ivermectin sebagai alternatif untuk penyembuhan pasian terjangkit. Terlebih, India yang juga menggunakan obat ini mengalami angka penurunan drastis terhadap penderita Covid-19, termasuk varian Delta.

“Saya tergerak untuk mengusulkan Ivermectin sebagai solusi tiada lain kecuali untuk kemaslahatan bangsa. Karena pil Ivermectin juga dapat dikonsumsi sebagai upaya pencegahan, maka saya sendiri memakainya,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan obat ini sebagai pengganti vaksin, mengingat vaksinasi yang sejauh ini sudah dilakukan belum bisa mengatasi dan memotong laju penyebaran virus Covid-19. Apalagi, harga Ivermectin yang dinilai relatif lebih murah, sekitar USD3 cents atau sekitar Rp500, sehingga negara bisa menghemat anggaran.

Ia berharap pemerintah Indonesia juga dapat memberikan kemudahan terkait proses dan prosedur perizinan obat ini. Sebab, pihaknya saat ini berencana untuk memberikan bantuan sebanyak 100 ribu dari target 1 juta pil Ivermectin dari luar negeri kepada Muhammadiyah.

“Barang tersebut sudah sebulan lebih tiba di Bandara Soekarno Hatta tapi belum dapat keluar. Saya mendapat konfirmasi bahwa pihak Muhammadiyah akan menyalurkan obat tersebut melalui seratusan Rumah Sakit Muhammadiyah yang menangani pasien Covid-19. Kiranya pemerintah memudahkan upaya organisasi masyarakat untuk menyehatkan kehidupan bangsa,” ucapnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)