LANGIT7.ID, Jakarta - Hasbunallah wa Ni’mal Wakil adalah kalimat mulia yang dilantunkan saat seorang hamba menghadapi berbagai masalah yang membuatnya cemas dan dalam kekalutan. Dzikir ini menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah pada Allah dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar.
Imam An Nasa'i menyebutkan doa "Hasbunallah Wa Ni'mal Wakil" ini dalam kitabnya pada Bab: Doa yang diucapkan ketika takut dengan sekelompok orang". Imam Ibnul Qayyim juga menyebutkan doa ini dalam kitabnya: Al Wabil Ash Shayyib, dalam judul: "Dzikir yang diucapkan ketika menghadapi musuh, atau khawatir terhadap penguasa atau siapa pun"
Dzikir Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil pernah dilantunkan Nabi Ibraim saat penguasa Babilonia yang zalim, Namrud membakarnya. Sang Raja ingin mempermalukan sekaligus membinasakan Ibrahim yang telah menghancurkan berhala, sesembahan mayoritas masyarakat saat itu.
Baca Juga: 4 Tangga Menuju Hati Khusuk dalam IbadahKisah Nabi Ibrahim yang dibakar penguasa zalim bernama Namrud tertuang dalam Al-Qur'an Surat Al Anbiya ayat 68 sampai 70. Peristiwa tersebut terjadi di Kota Ur, selatan Baghdad, yang dalam bahasa Ibrani berarti api atau lidah api.
Surat Al Anbiya ayat 68-70:
(68) قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْٓا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ
(69) قُلْنَا يَا نَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
(70) وَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَخْسَرِيْنَ
Arab-latin: qālụ ḥarriqụhu wanṣurū ālihatakum ing kuntum fā'ilīn ulnā yā nāru kụnī bardaw wa salāman 'alā ibrāhīm wa arādụ bihī kaidan fa ja'alnāhumul-akhsarīn.
Baca Juga: Subhanallah, Kompleks Masjid Al-Aqsa Diselimuti Hujan SaljuArtinya: "Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak". Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim", mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi."
Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salam ketika ia dilemparkan ke api yang menjalar-jalar. Lantas Allah menyelamatkannya dari kejahatan penguasa dan menjaganya dari panasnya api yang berkobar. Allah Swt menjadikan api itu dingin, tak membakar sehelai pun.
Baca Juga: Pangdam Hasanuddin: Puasa Senin Kamis Kunci Kemenangan PrajuritNabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan dzikir tersebut sebagaimana dikisahkan dalam Surat Ali Imran ayat 173.
إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari nomor 4563).
Baca Juga: Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil, Dzikir Saat Tertimpa Kesedihan dan Kecemasan(zhd)