Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Wayang dan Dakwah dalam Perspektif Warga Muhammadiyah

Muhajirin Kamis, 17 Februari 2022 - 14:00 WIB
Wayang dan Dakwah dalam Perspektif Warga Muhammadiyah
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Wayang ramai menjadi perbincangan publik setelah seorang da'i mengharamkannya. Perbedaan pendapat muncul dari beberapa kalangan dalam memandang wayang. Muhammadiyah memiliki pandangan tersendiri tentang wayang.

Mubaligh kader Muhammadiyah, Budi Nurastowo Bintriman, menjelaskan, wayang kulit merupakan bagian dari peradaban India yang beragama resmi Hindu. Popularitas wayang pada era walisongo sudah sampai di Nusantara.

Ibarat media sosial saat ini, Sunan Kalijaga menjadikan wayang kulit sebagai media untuk menarik dan mengumpulkan masyarakat untuk berdakwah. Masyarakat Nusantara kala itu tentu saja masih menganut animisme, dinamisme, dan Hindu.

Selain menjadi media penarik masyarakat, Sunan Kalijaga juga menyesuaikan wayang kulit agar sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai Jawa. Tidak ada masalah dalam hal itu. Bahkan, itu merupakan gerakan brilian Sunan Kalijaga untuk kurun dan masa itu.

"Proses dakwah Islam Sunan Kalijaga melalui media kesenian wayang kulit belum tuntas, namun segera berganti era atau generasi. Itu semua karena hukum alam," kata Budi dalam tulisannya berjudul 'Wayang Kulit bagi Muhammadiyah' di laman Tajdid.id, Kamis (17/2/2022).

Namun kini muncul paradigma keliru. Wayang kulit yang kental dengan hinduisme dianggap sebagai trademark dakwah Islam Sunan Kalijaga. Padahal bukan sama sekali.

Meski di wayang ada 'aji-aji' Kalimasada yang sejatinya kalimat syahadat. Namun ada sisi filosofis-teologis yang belum digarap Sunan Kalijaga yang bisa menimbulkan masalah bagi seorang muslim kritis. Misalnya, konsep tentang laku topo nggeni, topo ngebleng, topo mutih, ngelmu kasekten, poliandri, dan lain-lain. Itu persoalan pelik, karena berlawanan dengan makna tauhid.

Gesekan terkait substansi kesenian wayang saat ini menjadi sangat sensitif. Kalangan cerdik-pandai cenderung menghindari dari diskursus ini, karena ini menjadi ranah yang menakutkan.
"Coba jawab jujur, di mana ada kesesuaiannya antara konsep teologis dalam Islam dengan konsep teologis dalam dunia wayang? Dalam tataran yang paling sederhana, 'pagelaran wayang kulit semalam suntuk', jelas itu merupakan laku laghwa atau sia-sia. Dengan logika sesuai tuntunan Rasul mana laghwa itu bisa kita terima?" ucap Budi.

Menurut Budi, penggunaan wayang kulit sebagai media dakwah saat ini adalah mitos belaka. Kondisi faktual sekarang ini sudah beda zaman dengan Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga sangat brilian menginkulturasi kesenian wayang kulit untuk berdakwah.

"Sedang kita sekarang ini tak melakukan apa-apa terhadap kesenian wayang kulit. Kita jauh turun bobot dan derajatnya dibanding Sunan Kalijaga, di saat menghelat pagelaran kesenian wayang kulit semalam suntuk," tutur Budi.

Budi menegaskan nilai dakwah dalam wayang secara praktis telah luntur hari ini sebab tidak dikembangkan sebagaimana Sunan Kalijaga memanfaatkan wayang sebagai media dakwah. Sehingga menurutnya, bagi Muhammadiyah wayang hanyalah sebatas kesenian pada umumnya.

"Bagi Muhammadiyah sendiri, media untuk menarik atau mengumpulkan umat (dakwah atau ijabah) insya Allah cukup dengan adanya lembaga pendidikan sekolah, kampus, rumah sakit, dan lain-lain maka akan jauh lebih efektif dan efisien. Maka yang ada itu mari kita optimalkan," pungkas Budi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan