Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 09 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tak Hanya Musa, Para Nabi Ini Diutus pada Era Fir'aun

Muhajirin Sabtu, 19 Februari 2022 - 23:50 WIB
Tak Hanya Musa, Para Nabi Ini Diutus pada Era Fir'aun
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Mesir merupakan negeri para raja. Di sini, para Fir'aun (raja-raja Mesir) berkuasa. Sejarah negeri ini sendiri bermula jauh sebelum kepemimpinan Fir'aun, yakni sekitar 3200 SM.

Sejak Nabi Ibrahim AS, negeri tersebut sudah ada. Kala itu, dinasti yang berkuasa adalah dinasti Usrah pada era klasik (3200-2160 SM). Selanjutnya, sebelum masa Fir'aun, sudah didirikan piramida. Masa itu disebut dengan era Mesir kuno.

Pada era Mesir kuno, ada sebuah ibu kota yang bernama Kota Memphis. Kota ini masih ada sampai saat ini dan menyimpan berbagai artefak penting peninggalan Fir'aun. Kota ini masih menjadi eksavakasi para arkeolog untuk menemukan kepingan puzzle milik bangsa Mesir kuno.

Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir), Ustadz Miftah Wibowo, mengatakan, Memphis merupakan tempat bagi masyarakat modern mempelajari sebutan-sebutan untuk raja Mesir kuno. Raja Mesir asli memiliki sebutan yang tidak diapakai raja manapun meski memerintah Mesir, yakni Fir'aun.
"Fir'aun itu merupakan gelar untuk raja asli Mesir. Itu mengapa dalam kisah Nabi Musa itu disebut Fir'aun. Berbeda dengan kisah Nabi Yusuf AS disebut sebagai Al-Malik. Ini karena masa Fir'aun dan Yusuf berbeda," kata Miftah melalui kanal Lukman Hakim-JejaNile, dikutip Kamis (17/2/2022).

Jika melihat linimasa raja Mesir, Nabi Yusuf As diperkirakan hidup ketika bangsa Hyksos menguasai Mesir pada era Dinasti ke-15 SM. Kata 'hyksos' berasal dari heka khasewet, yang berarti 'penguasa asing".

Lantaran ketidakstabilan di daerah sekitar Mesir, Hyksos menginvasi Mesir selama periode peralihan kedua, sekitar 1700 SM. Mereka membentuk Dinasti ke-15 dan memerintah Mesir Hilir selama lebih dari seratus tahun.

Pada masa itu wilayah Mesir dibagi menjadi dua bagian, yakni bumi kehidupan di sisi timur Sungai Nil dan bumi kematian di sisi barat Sungai Nil. Konsep pembagian ini juga mempengaruhi rencana pembangunan kerajaan.

"Bumi kehidupan berkaitan dengan orang hidup seperti istana, pedesaan, perkotaan, rumah, pasar. Kalau di daerah barat atau bumi kematian berhubungan dengan orang mati seperti kuil dan piramida," kata Miftah.

Namun pemisahan itu tidak bersifat final. Sebab, letak kota Memphis justru menyalahi kaidah tersebut. Kota tua ini terletak di sebelah barat Sungai Nil. Pada masa itu, wilayah timur Sungai Nil (bumi kehidupan) dikuasai orang-orang Badui dari Sinai atau suku dari Palestina.

Memphis sejak dinasti pertama, Narmer, mau tidak mau harus membangun di bumi kematian (sisi barat Sungai Nil). Jadi, jika diserang oleh Suku Badui, mereka bisa mengantisipasi dengan menembak atau memanah.

"Jadi, lebih aman, mereka bisa memukul mundur sebelum masuk ke ibu kota. Berbeda dengan dibangun sebelah timur. Itu alasan memphis menyalahi kaidah itu," ucapnya.

Daerah lain yang menyalahi kaidah adalah daerah Bani Hasan. Di wilayah mereka terdapat makam seorang wazir (gubernur) yang sangat penting dalam sejarah Mesir kuno. Di makam itu, terdapat informasi tentang kedatangan Nabi Ibrahim ke Mesir.

Gubernur itu adalah Khnumhotep. Dia adalah gubernur atau pengawas Gurun Timur di era kekuasaan Raja Amenemhat II dab Senusret II (c. 1911-1870 SM) di Kerajaan Tengah Mesir Kuno. Senusret II adalah Fir'aun keempat dari Dinasti Belas Mesir. Ia memerintah dari tahun 1897 SM hingga 1978 SM. Pirmadinya dibangun di El-Lahun.

"Makam Khnumhotep ini penting karena di sana ada hieroglif yang menceritakan seorang utusan dari Asia yang disebut Ibsyah (bahasa Mesir kuno), dalam bahasa Ibrani disebut Ibram, dan dalam bahasa Arab Ibrahim.

"Jadi, Nabi Ibrahim datang ketika zaman Khnumhotep berkuasa di wilayah tersebut. Dia yang hidup menjadi pejabat seorang," katanya.

Dari penjelasan di atas, setidaknya ada tiga nabi yang pernah berdakwah di daerah Mesir, yaki Nabi Musa AS, Nabi Yusuf, dan Nabi Ibrahim AS.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 09 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)