LANGIT7.ID, Palembang - Nama Angel Eva Christine tidak asing lagi di dunia hiburan Indonesia. Muslimah asal Palembang ini pernah menjadi a
ssociate producer di salah satu film yang pernah hits di tahun 2000an, Catatan Akhir Sekolah. Saat ini, Dia juga masih aktif menjadi manajer bagi artis diantaranya Rangga Moela dan Indah Dewi Pertiwi.
Namun sosok mualaf satu ini tidak hanya berpengalaman di dunia hiburan, tapi juga di industri fesyen. Ia merintis sebuah brand fesyen tradisional khas Palembang yakni kain Jumputan dengan tampilan modern.
Ketertarikannya dengan kecantikan kain Jumputan di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, membuat Aisyah tergerak mendirikan sebuah brand yang dinamai Jejak Aisyah.
Meski baru dibangun tahun lalu atau tepatnya pada Maret 2020, muslimah yang kini akrab disapa Aisyah itu berusaha keras untuk memperkenalkan Jumputan ke masyarakat luas.
Hingga kini, dia terus berupaya mempromosikan kain Jumputan asal Kota Pempek itu. Tak tanggung-tanggung, ia mempromosikan kain tersebut hingga ke luar negeri.
“Sejauh ini sudah sampai ke luar negeri (mempromosikan kain Jumputan). Di antaranya, Belanda dan Amerika,” ujar Aisyah kepada LANGIT7.ID di Palembang, Senin (26/7).
Menurutnya, mereka yang tinggal di luar negeri sangat berminat untuk memakai salah satu produk Jejak Aisyah, seperti masker kain Jumputan.
Wanita asal Kota Medan tersebut menceritakan sedikit awal mula dirinya menjalankan gerakan untuk memasarkan beragam produk berbahan kain Jumputan.
“Awalnya saya tinggal di Palembang baru sejak Januari 2020. Nah, kebetulan saya ini sangat tertarik dengan budaya Indonesia, makanya lewat Jejak Aisyah ini saya ingin sekali membantu perajin sekaligus mempromosikan kain Jumputan, sehingga dapat dipasarkan dengan baik,” kata dia.
Apalagi, lanjut dia, dirinya telah melihat langsung proses bagaimana susahnya perajin kain membuat Jumputan tersebut lantaran memakan waktu yang cukup lama.
“Prosesnya itu sampai tujuh hari,” ucap Aisyah.
Bukan itu saja, kata dia, saat ini pun masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan yang mana Jumputan asli dan palsu.
“Kalau (Jumputan) yang asli itu sendiri punya ciri-ciri ada beberapa bagian dari kainnya berlubang. Itu karena bekas proses pembuatannya,” jelasnya.
Kini Jejak Aisyah memasarkan produk kain hingga pakaian wanita berbahan Jumputan. Hasil karya para perajin pun bisa dilihat langsung di media sosial Instagram @jejakaisyah.
“Kain-kainnya dibanderol mulai dari Rp 199 ribu. Kalau masker kain Jumputan dibanderol Rp 23.500 per masker,” ungkap dia.
Dibeberkan Aisyah, karena saat ini masih pandemi ia memutuskan untuk menjual beragam produknya di rumah. Dirinya pun menyebut usahanya sejauh ini masih bertahan meski diterpa pandemi.
“Sebelumnya, seluruh produk kita jual di Rumah Limas di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang. Saat ini dari rumah dan secara online,” tutup dia.
(jqf)