LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketika sudah mulai bertumbuh dan sudah dapat berbicara, biasanya anak sudah mulai memahami apa yang mereka suka dan tidak suka. Tak heran bila Anda akan sering mendengar kata penolakan.
Psikolog, Dra. Mayke M.Si mengatakan hal tersebut adalah kondisi normal yang tidak perlu untuk dikhawatirkan. Meski begitu, sebagai orang tua, Anda harus mencari tahu apa penyebab dari anak sering mengatakan tidak.
"Anak yang sering bilang tidak itu biasa. Kalau anak mengatakan tidak, orang tua harus melihat dulu pada situasi apa ia mengatakan tidak," kata Mayke dalam webinar "Rahasia Meraih Potensial Optimal Seorang Anak", Senin (21/2/2022).
Baca juga: Mau Punya Keluarga yang Sehat? Ini Cara Agar Si Kecil Suka SayurMayke menyarankan orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak, sehingga memahami apa yang menjadi dasar penolakan mereka.
"Komunikasi itu penting sekali karena untuk membuat anak menjadi lebih terbuka mau mengemukakan apa yang dia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut juga dapat membantu perbendaharaan katanya menjadi lebih banyak. Sehingga kemampuan bicaranya juga berkembang dan dia merasa dekat karena ada komunikasi timbal balik. Itu penting sekali," imbuhnya.
Terkait anak yang berperilaku berbeda saat di rumah dan ketika bersosialiasi di luar, Mayke mendorong orang tua untuk mencari tahu penyebabnya.
"Nah, ini perlu dicari tahu kenapa dia berkecil hati, apakah ada sesuatu yang membuat dia kurang percaya diri ketika ketemu orang lain atau kah dia pernah punya trauma ketika dia bertemu dengan orang lain? itu yang perlu dicari tahu lebih dulu," tutur Mayke.
Lebih lanjut, Mayke menganjurkan orang tua untuk memberi apresiasi atau penghargaan pada anak atas apa yang dilakukannya. Misalnya bisa dengan mengajak temannya untuk bermain bersama di rumah. Dengan begitu, perlahan anak akan membuka diri dan menjadi lebih berani.
Baca juga: 7 Tempat Kemah Alam Terbuka Seru untuk Ajak Si Kecil Berlibur"Perlu diingat jika rumah jangan terlalu banyak membatasi anak, misal ini tidak boleh, itu tidak boleh. Kesempatan eksplorasinya berkurang, sehingga ketika dia keluar rumah dia menjadi kurang percaya diri dan takut salah." tutup Mayke.
(est)