LANGIT7.ID - , Jakartakanker - Olahraga kardio dapat menjadi salah satu senjata rahasia melawan penyakit kanker. Jenis olahraga ini memperkuat sistem kardiovaskular (pembuluh darah dan jantung juga paru-paru). Artinya, olahraga kardio ini akan meningkatkan detak jantung.
Global Burden of Cancer Study mencatat kasus dan kematian karena kanker di Indonesia meningkat hingga 8.8%, dengan kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks sebagai tiga jenis kanker yang paling umum diderita oleh pasien.
Angka tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari angka kasus baru maupun kematian akibat kanker.
Baca juga: Pejuang Kanker Butuh Dukungan Emosional dan Mental dari KeluargaKegiatan dan latihan fisik seperti Zumba bukan hanya dapat membantu pasien untuk melawan gejala-gejala yang timbul, namun juga dapat memperbaiki kesejahteraan emosional pasien dan mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan yang lain, seperti misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan osteoporosis.
Psikolog Tri Iswandari menyebut peningkatan olahraga kardio bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radiasi bisa menjadi faktor dalam peningkatan kualitas hidup.
"Olahraga kardio bekerja melibatkan dua sistem yang berjalan bersama satu sama lain pada pasien kanker, yaitu jantung dan sistem peredaran darah serta sistem pernapasan” jelas Tri Iswandari dalam keterangan resmi yang dikutip Langit7, Kamis (24/2/2022).
Dia melanjutkan, Zumba melibatkan atara gerak dan lagu yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan suasana hati dan mempererat hubungan sosial bila dilakukan bersama-sama.
Baca juga: YKPI Dorong Masyarakat Rutin Deteksi Dini Kanker Payudara"Selain itu, Zumba juga dapat menjaga pikiran tetap tajam, meningkatkan harga diri
(self-esteem), meningkatkan keterampilan sosial, mengurangi kesepian, meringankan depresi, menurunkan kecemasan dan meningkatkan daya ingat.” tambahnya.
Perjalanan melawan kanker memiliki kemungkinan besar membuat pasien menjadi lebih lemah dan lebih mudah lelah, serta efek samping pengobatan yang membuat kegiatan fisik menjadi lebih sulit.
Cancer exercise trainer bersertifikat di Mayo Clinic Healthy Living Program Sara Mansfield, M.S., mengatakan aktivitas fisik dapat membantu orang sebelum, selama, dan setelah perawatan kanker.
“Keluarga maupun orang terdekat mungkin mendesak seseorang dengan diagnosis kanker untuk beristirahat. Tetapi, itu dapat menyebabkan penurunan fungsional.” tambah Sara.
Bagaimana pun, dibutuhkan sejumlah aktivitas fisik untuk memelihara masa otot tanpa lemak dan memberikan rasa nyaman dan bahagia secara emosional.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, penyanyi Denanda Tambunan mengatakan bahwa olahraga kardio bisa jadi senjata rahasia bagi penderita kanker.
Baca juga: dr Agus: Puasa dan Shalat Subuh ke Masjid Dapat Cegah Kanker“Mereka yang telah didiagnosis menderita kanker mungkin akan merasa sulit untuk berolahraga, hal itu memang wajar. Tetapi, kita perlu sadar dan memahami bahwa olahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan emosi Anda,” jelas Denada Tambunan.
Bagi Denada, Zumba merupakan olahraga yang menyenangkan karena suara musik yang lantang dan gerakan yang dinamis, kombinasi irama Internasional dan Latin menciptakan suasana layaknya berpesta.
"Sambil bersenang-senang, mereka juga membakar kalori dan meningkatkan fleksibilitas. Manfaat olahraga Zumba bisa dirasakan setelah dilakukan secara rutin, jadi alangkah lebih baik apabila kita menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari,” tutup Denada,
(est)