LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) ingin mewujudkan
ekosistem halal menjadi andalan ekonomi. Namun diakui capaian ini bukan lah hal mudah.
Kepala BPJPH Kementerian Agama, Muhammad Aqil Irham mengatakan, akan terus berupaya dengan mewujudkan program yang tepat sasaran.
"Industri dan ekosistem halal kita harapkan menjadi salah satu mesin inti
pertumbuhan ekonomi, untuk secara nyata mewujudkan visi Indonesia Maju," kata Aqil dalam keterangannya, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Tahun IniMenurut dia, amanat regulasi yang ada turut membawa perubahan besar terkait kebijakan dan implementasi produk halal di Tanah Air, dari yang sebelumnya bersifat sukarela menjadi mandatory atau wajib.
"Perubahan tersebut sangat relevan dengan perkembangan. Kehalalan telah menjelma menjadi ekosistem yang luas dan menjadi salah satu perhatian dunia, karena memiliki pasar yang besar dan nilai yang menjanjikan," ujarnya.
Bahkan saking pentingnya, lanjut dia, BPJPH sendiri telah menerima banyak permohonan kerja sama dari pemerintah dan organisasi non-pemerintah (Lembaga Halal Luar Negeri) dari seluruh dunia untuk membahas ekosistem halal.
Tren halal yang mondial itu disebutkan karena prospek dan lanskap industri dan ekosistem halal yang terus berkembang. Di mana perkembangannya tidak hanya dirasakan oleh negara mayoritas muslim, tapi juga berbagai negara di dunia.
"Artinya, distribusi industri dan produk halal selain ada di negara dengan penduduk mayoritas muslim, juga berkembang di negara-negara minoritas muslim," ungkapnya.
Terlebih, masyarakat sebagai konsumen juga sudah menjadikan produk halal sebagai gaya hidup. Sebab, selain sebagai bentuk kepatuhan beragama, halal juga berkenaan dengan standar kesehatan, kebersihan, dan lainnya, serta menjadi ciri peradaban modern dan jaminan mutu standar global.
(bal)