LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, banyak sekali peluang ekonomi kreatif yang akan membantu kebangkitan ekonomi umat. Hal itu disampaikan Sandiaga dalam seminar "Pemberdayaan Ekonomi Umat" pada Rakornas Dewan Dakwah di Padang Sumatera Barat, akhir pekan ini.
"Dewan Dakwah harus mampu menangkap peluang ini dengan cepat agar Dewan Dakwah mampu mandiri dan menjadi pelopor pemberdayaan ekonomi umat," katanya.
Sejalan dengan pernyataan Ketua Umum Pemuda Dewan Dakwah, Dede R Misbahul Alam, bahwa pemuda harus menjadi pionir sebagai generasi muda untuk memulai masuk dan menguasai peluang-peluang ekonomi umat yang terbuka di depan mata saat ini.
Baca Juga: Ketum Dewan Dakwah Ingatkan Kembali Dua Warisan Mohammad NatsirHal sama disampaikan Sandi agar pemuda terus berusaha secara kreatif dan inovatif di era serba digital saat ini. "Pemuda yang akrab dengan dunia internet di era disrupsi saat ini dapat lebih mampu dan cepat menangkap peluang itu," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Dr Adian Husaini mengungkapkan dua warisan penting Mohammad Natsir untuk para kader dakwah. Hal ini disampaikan Adian saat memberi sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/02/22).
Pertama, warisan intelektual. Sudah 74 karya tulis yang Buya Natsir sumbangkan. Jumlah itu tercatat oleh keluarganya.
“Sebenarnya, para mahasiswa, dengan membaca buku-buku Pak Natsir saja, sudah cukup untuk jadi orang baik dalam berbagai aspek,” kata Adian usai membaca dan merenungkan buku-buku karya Buya Natsir berulang kali.
Baca Juga: Kemenparekraf Sediakan Hunian Alternatif Bagi Wisatawan di Event MotoGP 2022Salah satu buku yang paling disoroti berjudul Fiqhud Dakwah. “Ketika Masyumi tidak diperbolehkan lagi berpolitik praktis, Pak Natsir berinisiatif supaya melakukan politik lewat jalur dakwah. Hebatnya, dari pulau terpencil sampai dunia Islam Internasional, bisa dicakup oleh dakwahnya,” ujar dia.
Warisan kedua adalah keteladanan. Soal kepribadian Sang Bapak NKRI, Adian mengaku banyak mendapat refrensi dari beberapa murid Natsir dan orang-orang hebat yang hidup sezaman dengannya. Seperti KH Cholil Badawi, Lukman Hakiem, KH. Syuhada Bahri, Husein Umar, dan masih banyak lagi.
“Semuanya sepakat bahwa Mohammad Natsir adalah sosok yang konsisten, ikhlas, sederhana. Dan yang paling penting adalah rela berkorban dan senang berjuang demi kemajuan dakwah dan pendidikan Islam,” ujar Adian.
Baca Juga: Sandiaga Uno Akan Kembangkan Desa Wisata Berbasis Komunitas(zhd)