Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 15 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ustadz Adi Hidayat: Memahami Hikmah dari Peristiwa Isra Mi'raj

Fifiyanti Abdurahman Senin, 28 Februari 2022 - 11:03 WIB
Ustadz Adi Hidayat: Memahami Hikmah dari Peristiwa Isra Mi'raj
Ustadz Adi Hidayat. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Peristiwa Isra Mi'raj terjadi dalam satu malam yaitu 27 Rajab. Isra Mi'raj adalah salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, dimana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjid Al Aqsa, Yerusalem, Palestina.

Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. mengatakan peristiwa Isra dan Miraj yang dialami Nabi Muhammad SAW tergambar dalam surah Al-Isra ayat 1.

"Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1).

Baca juga: Sekjen MUI: Peringatan Isra Mi'raj Memperkuat Iman dan Takwa

"Perjalanan dari Masjid Al-Haram transit di Masjid Al-Aqsa lantas naik ke Sidratul Muntaha, puncak tertinggi dari kuasa Allah SWT dan kembali ke Masjid Al-haram dalam waktu yang sangat singkat," kata Ustadz Adi Hidayat dalam acara peringatan Isra Mi'raj 1443 H yang diadakan Kementerian Pertahanan secara virtual, Senin (28/2/2022).

Peristiwa ini didasari dari aktivitas dakwah Nabi Muhammad SAW yang mencoba meluaskan risalah dakwah dari wilayah Mekah ke Thaif.

"Thaif di kenal dari satu bagian wilayah yang masuk dalam lokasi Hijaz. Dahulu, Hijaz mencakup wilayah Mekah, Madinah dan Thaif," lanjut Ustadz Adi Hidayat.

"Saat tiba di Thaif, Nabi SAW yang ditemani para sahabat sekaligus dengan anak angkat beliau yaitu Zaid bin Haritsah. Ternyata Nabi tidak mendapatkan respon positif dari masyarakat Thaif," ucap Ustadz Adi.

Masyarakat Thaif bahkan cenderung melukai Rasulullah dan anaknya, bahkan dikatakan dalam Al-Quran Nabi Muhammad SAW sempat berdarah, tuturnya.

"Walaupun disampaikan dengan cara yang lembut, argumentatif, penuh kasih sayang, namun ternyata itu belum dapat meluluhkan hati orang-orang Thaif pada masa itu. Beliau mendapatkan sikap yang negatif, bahkan cenderung melukai," tuturnya.

Setelah merasa lelah, kata Ustadz Adi, akhirnya Nabi Muhammad SAW berpindah sementara waktu untuk beristirahat. Dalam istirahatnya ini kemudian terlahir kesan dan hikmah yang mengantarkan pada peristiwa Isra dan Miraj.

Baca juga: Memahami Isra’ Mi’raj, Saat Rasul Menembus Logika Ruang dan Waktu

Ketika istirahat Nabi SAW didatangi oleh malaikat penjaga dua bukit di Thaif yang dengan geram menyampaikan kepada Rasulullah.

"Ya Rasullullah, jika engkau berkehendak angkat tanganmu ke langit, mohonkan kepada Allah SWT agar aku bisa menunaikan tugas dengan mengangkat dua bukit di Thaif itu dan menghimpit seluruh orang-orang yang tadi melukai engkau".

Rasulullah SAW pun menjawab,

"Tidak perlu merespon satu tindakan yang keras dengan tindakan yang keras lagi. Tapi melihat apa sebab mereka bersikap demikian. Kemudian Nabi SAW menambahkan, mereka bersikap seperti itu karena tidak tahu bagaimana untuk bersikap, karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang Islam, yang mengajarkan bagaimana seharusnya bersikap kepada orang".

Dalam surat At-Taubah ayat 128 dijelaskan, "Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul di kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kami alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS. At-Taubah ayat 128).

Setelah menolak perkataan malaikat, Nabi Muhammad SAW lalu berdoa,

"Ya Allah kepada siapa lagi, dan kemana lagi Engkau menugaskan aku untuk meneruskan risalah dakwah ini? Apakah tempatnya masih dekat setelah dari tempat ini, dan di situ pun aku akan dilukai lagi? Atau jaraknya masih jauh, dan ketika tiba di sana aku akan diganggu lagi? Aku tidak peduli dengan rasa sakit yang diderita itu, cacian maupun lemparan, sepanjang Engkau ridha kepadaku".

"Kalimat yang di ucapkan Nabi ini begitu menggetarkan dan dari sinilah kemudian muncul undangan langsung dari Allah SWT melalui peristiwa yang dikenal dengan Isra dan Mir'aj," kata Hidayat.

Baca juga: Tiga Hikmah Isra Mi’raj Menurut Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi

Hikmah dari kisah ini

Ustadz Adi mengatakan terkadang yang mengantar kan kita pada rahmat, ridha, pertolongan boleh jadi itu pembukanya adalah peristiwa tertentu. Kesan-kesan negatif yang kita terima, itu boleh jadi berasal dari niat baik yang ingin kita lakukan.

"Karena itulah peristiwa pra Isra dan Mi'raj mengajarkan kepada kita jika kita memiliki rencana-rencana positif, niat-niat baik namun mendapatkan respon yang barangkali itu tidak ideal, kita kurang menyenanginya. Maka, jangan langsung disimpulkan dengan membalas reaksi yang negatif, boleh jadi itu cara Allah SWT untuk menguji keseriusan kita," ucapnya.

Ustadz Adi melanjutkan, ketangguhan dalam mengimplementasikan ide-ide kreatif dan positif tersebut, boleh jadi pada saat tertentu itulah yang menjadi bantuan bagi generasi kemudian.

"Orang-orang yang menyadari betapa pentingnya yang disiapkan saat ini, betapa mahalnya dan berharganya apa yang disiapkan saat ini, tentu akan mendapatkan manfaat bagi diri maupun masyarakat," tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 15 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:49
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)