LANGIT7.ID - , Jakarta - Sakit tulang belakang merupakan penyakit yang bisa dialami siapa saja. Banyak orang mengatasi sakit tulang belakang dengan berbaring sejenak untuk mengistirahatkan diri dari aktivitas duduk terlalu lama.
Lantas, apa penyebab dari sakit tulang belakang?
dr. Yudha Mathan Sakti, Sp. OT(K), melalui Bincang-bincang Santai RAISA Radio pada Kamis, (24/2) mengatakan penyebab cedera tulang belakang secara umum ada lima, yaitu karena bawaan atau kongenital, infeksi, trauma (jatuh yang mengakitbatkan trauma atau cedera pada tulang belakang yang melibatkan saraf), dan suatu proses kegananasan atau metabolisme.
Selain itu, bekerja dari rumah juga berkontribusi menimbulkan tekanan pada saraf tulang belakang yang lebih tinggi atau disebut dengan HNP (Hernia Nukleus Pulposus).
Baca juga: Dampak Negatif Kebisingan Pengeras Suara Terhadap KesehatanHNP menurut Yudha banyak dikenal dengan istilah ‘saraf terjepit’, yaitu penekanan saraf tulang belakang karena rusaknya bantalan tulang belakang.
"Work from home ini juga bisa menimbulkan cedera pada saraf tulang belakang. HNP atau saraf kejepit meningkat frekuensinya pada orang yang bekerja dalam posisi duduk, dimana kalo kita duduk beban itu tidak didistribusikan ke panggul atau lutut dan kaki. Jadi, 100 persen beban itu diterima tulang belakang, akhirnya bantalannya rusak dan menimbulkan saraf kejepit,” kata Yudha, melansir dari Universitas Gajah Mada, Selasa (1/3/2022).
Menurut dia, tulang belakang terdiri dari 33 ruas dari pangkal kepala atau daerah leher hingga tulang ekor. Sehingga lokasi terjadinya insiden tulang belakang banyak di daerah yang tidak terlalu stabil atau tidak ada struktur yang memegang dengan baik.
“Kalau kita amati saja, yang tidak dipegang dengan stabil pertama itu di leher. Kalau di daerah dada itu yang memegang ada tulang iga, jadi dia relatif stabil dan masalahnya lebih sedikit. Kedua, di daerah pinggang. Ketiga, daerah peralihan, yaitu antara leher dan tulang punggung bagian atas,” ungkapnya.
Dosen Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada ini menyampaikan beberapa gejala yang diderita saat mengalami cedera tulang belakang.
Antara lain nyeri anggota tubuh yang hebat, kelemahan anggota tubuh bagian atas (tangan) dan bagian bawah (kaki), nyeri disertai riwayat trauma (jatuh), nyeri disertai riwayat keganasan (tumor).
Baca juga: Memahami Self Healing dan Kesehatan Mental, Apa Itu?“Ketika nyerinya mengganggu dan tidak bisa berkurang dengan istirahat, harus diwaspadai dan segera memeriksakan diri ke fasilitas atau dokter ortopedi terdekat untuk dilakukan assessment bersama,” ucap Yudha.
Lebih lanjut, Yudha memberikan tips sederhana agar terhindar dari cedera tulang belakang terutama ketika pandemi seperti saat ini.
Pertama, detoksifikasi
handphone. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan tidak melihat layar
handphone selama dua jam.
Kedua, gunakan
standing table ketika bekerja dari rumah. Ketika duduk semua beban diterima tulang pinggang, namun menggunakan standing table membuat beban didistribusikan ke panggul dan lutut. Selain itu, kita dapat memperkuat
extensor mechanism tulang belakang.
“Ekstensor tulang belakang adalah otot. Jadi, coba latihan otot tulat belakang dengan
stretching dan
strengthening otot-otot tulang belakang,” tutur Yudha.
(est)