LANGIT7.ID, Jakarta - Cara berinvestasi di
e-commerce sudah sepatutnya diketahui oleh generasi muda yang gemar berbelanja online. Dana awalnya bisa mulai dari Rp10.000.
Platform
jual beli online menghadirkan banyak fitur beragam untuk memfasilitasi kebutuhan penggunanya, seperti investasi reksa dana di Tokopedia, Bukalapak, maupun aplikasi dompet online.
CFP dan Founder Finansialku, Melvin Mumpuni menjelaskan,
investasi reksa dana pasar uang melalui platform belanja online, seperti Tokopedia dan Bukalapak memang seringkali dianggap sebelah mata.
Baca Juga: Fintech Jadi Alternatif Investasi Halal dan Aman bagi Gen Z "Awalnya saya juga meremehkan, investasi kok cuman Rp10.000. Jika kita hitung investasinya dalam setahun hanya Rp120 ribu, dapat untung sekitar 5-6 persen per tahun atau Rp6.000 - Rp7.000 saja," kata Melvin, Selasa (1/3/2022).
Menurutnya, investasi minimal Rp10.000 dari sisa uang belanja online tersebut dimaksudkan untuk membiasakan masyarakat, terutama generasi muda untuk bisa berinvestasi secara rutin.
Harapannya, tambah dia, dengan investasi murah tersebut dapat menimbulkan kesadaran dan kebiasaan investasi bagi generasi muda, khususnya dimulai dari usia pelajar.
"Aku yakin anak-anak SMP anak SMA juga bisa kok berinvestasi Rp10.000, apalagi mahasiswa. Selain itu, kita juga tidak perlu unduh aplikasi lain, karena semua sudah ada prosesnya dan gampang," ujarnya.
Dia menjelaskan, investasi reksa dana dapat dilakukan dengan menyesuaikan dengan kebutuhan pemodal. Namun, dengan memperhatikan beberapa faktor penting sebelum berinvestasi.
"Pertama siapa yang mengelola uangnya, alias siapa manajer investasinya. Berapa besar dana kelolaannya. Perhatikan pula fluktuasi harganya, istilahnya adalah standar deviasinya itu kecil dan harganya selalu paling tinggi," katanya.
(bal)