Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Masjid Biru Rusia: Gudang Senjata Perang Dunia II yang Dipugar Sukarno

fajar adhitya Rabu, 02 Maret 2022 - 07:00 WIB
Masjid Biru Rusia: Gudang Senjata Perang Dunia II yang Dipugar Sukarno
Saat melintasi jembatan Troitskiy yang berdiri di atas Sungai Neva, pandangan Bung Karno tertuju pada bangunan berbentuk masjid yang berada di kejauhan. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Rusia sejak masa kepresidenan Sukarno. Selain membuka hubungan resmi antara dua negara, kunjungan proklamator RI ke Rusia pada 1956 mewariskan nama besar pada simbol peradaban Islam di Sankt Peterburg.

Nama Sukarno menjadi sinonim Masjid Besar Saint Petersburg setelah ia menginisiasi upaya restorasi gudang senjata yang berlokasi di Kronverkskiy Prospekt, 7. Syahdan, pada 1956 dalam kunjungannya ke Rusia, Sukarno bertandang ke Leningard, nama Sankt Peterburg kala itu.

Kota pelabuhan yang terletak di tepi Sungai Neva dan Teluk Finskiy memang terkenal dengan kecantikan arsitektur bangunannya. Sebut saja Istana Musim Panas Petergof, Istana Musim Dingin Hermitage, serta Benteng Petropavlovskaya.

Baca Juga: Jusuf Kalla: Muslim Indonesia Harus Contoh Fungsi Masjid di Zaman Nabi

Saat melintasi jembatan Troitskiy yang berdiri di atas Sungai Neva, pandangan Bung Karno tertuju pada bangunan berbentuk masjid yang berada di kejauhan. Gedung itu berkubah biru dengan gaya arsitektur Asia Tengah.

Dua menaranya menjulang tinggi beradu gagah dengan beberapa gereja di sekitarnya. Dalam pikirannya, jika bangunan itu sebuah masjid, harusnya ia mampu menampung lebih dari 3.000 jamaah.

Perkiraan Bung Karno tepat, selama Perang Dunia II, pemerintah Uni Soviet mengubah masjid dan gereja menjadi gudang dan aneka fungsi lainnya. Sukarno mengajak rombongannya meninjau bangunan berkubah biru itu.

Baca Juga: Nasaruddin Umar Ungkap Peran Masjid dalam Sejarah Umat Islam

“Sejumlah jadwal kunjungan Presiden Soekarno yang telah disusun ke Leningrad dibatalkan,” cerita Mufti Besar Sankt Peterburg Zhafar Ponchaev sebagaimana dituliskan Toni Lebang dalam “Sahabat Lama, Era Baru: 60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia-Rusia” (2010).

Dari masjid, Bung Karno bertemu Pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev. Saat ditanya soal kunjungannya di Leningard, Sukarno menceritakan kondisi Masjid Besar Saint Petersburg yang ia kunjungi.

“Sukarno meminta masjid ini dikembalikan sesuai fungsinya. Hanya 10 hari setelah kunjungan Presiden Sukarno, bangunan ini kembali menjadi masjid,” kata Panchaev. Sejak itulah Masjid Saint Petersburg dikenal sebagai Masjid Sukarno.

Baca Juga: Wawancara Pakar: Umat Jangan Terpancing Sentimen Islam di Konflik Rusia-Ukraina

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)