LANGIT7.ID - Ketua Yayasan Anak Teladan Abu Salma Muhammad membagikan 7 kiat membangun kecintaan anak untuk belajar. Kiat-kiat ini sangat penting terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini, anak dituntut untuk terus belajar agar tidak tertinggal walau tidak hadir ke sekolah.
“Saat ini banyak problematika, mulai dari anak anak yang kehilangan fokus, kehilangan semangat, belum lagi anak yang terganggu pertumbuhan psikologis karena harus berada di dalam rumah. Ini memang problem yang bisa kita saksikan, dan kita sendiri yang alami,” kata Abu Salma dalam diskusi daring melalui channel Youtube Rumaysho TV, dikutip Selasa (27/7/2021).
Maka rasa kesadaran dan kecintaan untuk terus belajar harus ditumbuhkan dalam diri anak. Berikut kiat membangun kecintaan belajar pada diri anak:
1. Membiasakan anak belajar sejak kecilOrang tua harus membiasakan anak belajar sejak kecil dengan metode
tasmi’ yakni memperdengarkan
, talqin yaitu menirukan, dan menceritakan isi buku. Juga mengenalkan buku dari semenjak
shobiy (toddler) yaitu usia dini.
Orang tua harus membangun kecintaan terhadap ilmu sejak dini. Kalau sudah cinta ilmu, maka akan terbangun inisiatif untuk belajar. Ada banyak cara untuk melakukan itu seperti mulai dari pendengaran (tasmi’) dari umur 0-2 tahun, kemudian membacakan mereka buku, sampai mereka mampu belajar sendiri.
2. Membangun kebiasaan dan rutinitas Kebiasaan belajar merupakan tingkah laku yang terbentuk karena dilakukan secara berulang-ulang sepanjang hidup individu dan biasanya mengikuti cara atau pola tertentu, sehingga akan terbentuk sebuah kebiasaan belajar. Jadi, yang dimaksud dengan kebiasaan belajar di sini adalah cara-cara belajar yang paling sering dilakukan oleh siswa dan cara atau kebiasaan belajar dapat terbentuk dari aktivitas belajar, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.
Dari sini, orang tua bisa membangun kebiasaan itu dengan mengkombinasikan dengan hal-hal yang menyenangkan, seperti jam baca buku, waktu berkisah, atau cerita sebelum tidur.
3. Membuat perpustakaan khusus, baik cetak maupun digitalBuku adalah makanan bagi jiwa. Itu sebabnya, buku baik untuk kita kenalkan kepada anak-anak sedari kecil. Dalam sebuah penelitian, otak anak-anak berkembang lebih baik jika mereka gemar membaca. Itu karena saat membaca, otak bekerja secara aktif menghubungkan antara satu sel otak dengan sel lainnya. Selain itu, kegiatan membaca menciptakan fondasi kebahasaan yang kokoh dan dapat membangun kemampuan literasi; dua kemampuan dasar yang berguna dalam membantu anak-anak menuju sukses.
Orangtua yang membacakan cerita kepada anaknya secara lantang
(read a loud) menyampaikan sinyal kepada anak-anak bahwa mereka adalah hal yang berharga bagi orangtuanya. Kegiatan ini pun menjadi salah satu cara yang tepat bagi orangtua untuk membangun ikatan dengan anak.
4. Memberi contohOrang tua harus menjadi contoh yang baik untuk anak-anak. Artinya, orang tua juga harus senang belajar dan senang menuntut ilmu. jika anak melihat orang tuanya gemar belajar, otomatis anak akan mengikuti.
Terlebih dalam mencontohkan adab kepada anak. Anak mempelajari adab dengan melihat atau mencontoh, bukan mendengarkan. Jika adab cuma diajarkan secara teoritik di rumah, itu tidak akan berhasil. Misalnya, rebahan saat mendengarkan kajian melalui zoom. Ini menjadi contoh tidak baik dan tidak beradab untuk anak.
5. Mengajak ke majelis ilmu Orang tua harus sering mengajak anak untuk menghadiri majelis ilmu, atau majelisnya para ulama. Tentu pada masa pandemi saat ini, berkunjung bukan hal yang memungkinkan. Maka tips ini bisa diganti dengan mengikuti kajian melalui daring.
Pada masa pandemi, hampir semua kajian dilakukan secara daring dan sangat mudah diakses. Orang bisa mengajak anak untuk mendengarkan kajian tersebut. dengan begitu mereka akan terbiasa dengan majelis ilmu.
6. Memberikan tsawab (reward) atau hadiah Tips ini sangat penting. Orang tua tidak boleh hanya fokus pada hasil, tapi proses jauh lebih penting. Bisa jadi anak tidak mendapatkan hasil maksimal, tapi usaha mereka maksimal. Maka orang tua berperan penting untuk memompa semangat kepada sang anak agar tidak berhenti meski belum berhasil.
Ada banyak cara untuk memberikan
reward kepada anak, bisa dengan memberikan hadiah buku, mengajak makan bersama, hingga berwisata. Dengan begitu anak akan senang belajar, meski hasil tidak maksimal.
7. Membangun konsep belajar yang menyenangkanHal penting adalah menanamkan kepada anak cinta terhadap ilmu. Jika sudah begitu, belajar akan jadi menyenangkan. Maka itu, orang tua mau tidak mau harus , sehingga harus variatif, fun dan tidak kaku.
Dengan suasana ruang belajar yang menyenangkan, anak akan menikmati kegiatan belajar mereka tanpa adanya perasaan tertekan. Buat suasana ruangan yang berbeda, perbanyak interaksi dengan memancing ide anak, miliki sifat humoris, hingga tidak membeda-bedakan semua anak. Ada banyak cara, dan tentu setiap orang tua punya caranya sendiri-sendiri.
(jqf)