Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home masjid detail berita

Mengenal Kejayaan Islam dari Kemegahan Masjid Hagia Shopia

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 08 Maret 2022 - 07:03 WIB
Mengenal Kejayaan Islam dari Kemegahan Masjid Hagia Shopia
Suasana di dalam Masjid Hagia Sophia, Istanbul, Turki. Foto: Gugun Gumilar
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pada Juli 2020 lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Sebelumnya, Hagia Sophia diperuntukkan sebagai museum di masa kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki. Sontak, pengalihfungsian menjadi masjid pun memantik polemik dunia internasional.

Direktur Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia, Gugun Gumilar mengatakan sebagian negara yang mayoritas berpenduduk Muslim mendukung keputusan otoritas Turki untuk mengubah fungsi Hagia Sophia menjadi masjid.

Baca juga: 5 Masjid dengan Kubah Terindah, Nomor 4 Mirip Hagia Sophia

"Sejumlah organisasi Muslim, seperti Uni Maghrib Arab (UMA), organisasi Ikhwanul Muslimin, juga dengan bersemangat mendukung langkah rezim Presiden Erdogan tersebut," kata Gugun, Senin (7/3/2022), kepada Langit7.

Selama 15 abad terakhir, bangunan yang dikenal dengan sebutan Aya Sofia adalah sebuah gereja dan menjadi saksi sejarah berlangsungnya transisi rezim yang menguasai Konstantinopel, kini dikenal dengan Istanbul.

Mulai dari pagan, Kekaisaran Byzantium penganut Katolik Ortodoks, Kesultanan Ottoman (Utsmaniyah) sampai era Turki modern.

Menurut literatur ensiklopedia Britannica, bangunan Hagia Sophia pertama kali didirikan di atas pondasi atau tempat kuil pagan pada 325 Masehi, atas perintah Kaisar Konstantinus I.

"Seorang putranya, Konstantius II, lalu menjadikan bangunan ini sebagai gereja Ortodoks pada abad ke 360 masehi. Aya Sofia ia kemudian menjadi gereja tempat para penguasa dimahkotai dan menjadi katedral paling besar yang beroperasi sepanjang periode Kekaisaran Bizantium," ungkap Duta Muda PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk Indonesia ini.

Pada 1453, era Kekaisaran Bizantium berakhir karena ditaklukkan oleh Sultan Mehmet/Mehmed II dari Kekaisaran Ottoman.

"Setelah Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel, status Hagia Sophia dikonversi menjadi sebuah masjid," ucapnya.

Namun fungsi tersebut di masa kepemimpinan Kemal Ataturk yang mengubah Hagia Sofia menjadi sebuah museum. Di masa alih fungsi tersebut, pemerintahan Kemal Ataturk melakukan restorasi mosaik-mosai kuno du bangunan itu dan membuka plester penutup.

Baca juga: Setahun Hagia Sophia Sebagai Masjid, Erdogan: Simbol Peradaban Muslim

Lantas, selepas plester ornamennya dibuka, tampaklah lukisan Bunda Maria dan Yesus, yang ternyata berjejer dengan kaligrafi bertuliskan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Hagia Sophia pada Era Pemerintahan Erdogan

Jalan panjang Aya Sofia pun kini kembali berputar. Pengadilan administrasi utama Turki memutuskan status Hagia Sophia sebagai museum dicabut per 10 Juli 2020 dan peruntukkannya kembali diubah menjadi masjid.

"Nah, tugas kita sekarang adalah bagaimana membangun generasi peradaban kejayaan Islam di abad modern ini oleh generasi Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Sejarah terukir indah oleh para pejuang Islam pada abad dulu," katanya.

"Tugas kita sekarang ayo terus memajukan peradaban Islam dan bersaing dengan dunia Internasional agar Islam tidak terbelakang dan terus berkemajuan," tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)