Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home masjid detail berita

Tafsir Al-Baqarah Ayat 183: Kewajiban Berpuasa untuk Orang Beriman

fajar adhitya Rabu, 09 Maret 2022 - 09:03 WIB
Tafsir Al-Baqarah Ayat 183: Kewajiban Berpuasa untuk Orang Beriman
Keluarga Muslim makan sahur saat ramadhan di rumah. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Surat Al-Baqarah ayat 183 merupakan dalil kewajiban menjalankan puasa pada bulan Ramadhan bagi setiap muslim. Pada permulaan ayat 183 secara langsung Allah Swt menunjukkan perintah wajib itu kepada orang yang beriman.

Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah Jilid I menjelaskan tafsir Surat Al-Baqarah ayat 183 dengan menuliskan bahwa ayat puasa dimulai dengan ajakan kepada setiap orang yang memiliki iman walau seberat apapun. Dengan mesra, katanya, Allah menetapkan kewajiban puasa dengan menyebut "Wahai orang-orang yang beriman."

Surat Al-Baqarah ayat 183:

Baca Juga: Setelah 30 Minggu Pembatasan, Shalat Jumat di Masjid Agung di Khasmir Kembali Digelar

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Arti: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Setelah menyeru orang-orang beriman, Allah kemudian melanjutkan firmannya dengan kata كُتِبَ (kutiba) yang artinya diwajibkan. Redaksi ini, kata Quraish Shihab, tidak menunjuk siapa pelaku yang mewajibkan, dengan kata lain, setelah menyeru kepada orang beriman, Allah memberi tahu bahwa ada sesuatu yang diwajibkan kepada mereka.

"Agaknya untuk mengisyaratkan bahwa apa yang akan diwajibkan ini sedemikian penting dan bermanfaat bagi setiap orang bahkan kelompok," ujarnya.

Baca Juga: Tafsir Fushilat Ayat 8: Jaminan Pahala Allah Tak Terputus Bagi Orang Beriman

Pada kalimat selanjutnya nampaklah sesuatu yang diwajibkan itu, yakni الصِّيَامُ (as-shiyaam) atau menahan diri yang dalam istilah fiqih diartikan puasa. Ia menjelaskan, menahan diri adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh setiap orang, tanpa memandang umur, jenis kelamin, status sosial, sehat atau sakit, manusia era modern maupun primitif, peroranga atu kelompok.

Selanjutnya ayat ini menjelaskan bahwa kewajiban yang dibebankan itu sebagaimana diwajibkan pula atas umat-umat terdahulu sebelum kamu. Ini berarti puasa bukan hanya khusus untuk generasi mereka yang diajak berdialog pada masa turunnya ayat ini, tetapi juga terhadap umat-umat terdahulu, walaupun rincian cara pelaksanaanya berbeda-beda.

Baca Juga: Wacana Penundaan Pemilu 2024, Jokowi Masih Bungkam

Dilansir Tafsir Kementerian Agama RI, kalau kita selidiki macam-macam agama dan kepercayaan pada masa sekarang ini, dijumpai bahwa puasa salah satu ajaran yang umum untuk menahan hawa nafsu dan lain sebagainya. Dalam Islam, perintah berpuasa diturunkan pada bulan Sya'ban tahun kedua Hijriah.

Saat itu, Nabi Muhammad mulai membangun pemerintahan yang berwibawa dan mengatur masyarakat baru di Madinah. Maka dapat dirasakan, bahwa puasa itu sangat penting, artinya dalam membentuk manusia yang dapat menerima dan melaksanakan tugas-tugas besar dan suci.

Baca Juga: Tafsir Kemenag RI: Hikmah Memulai Pekerjaan dengan Basmalah

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)