Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Mengenal Metode Hisab Awal Ramadhan Versi Muhammadiyah

fajar adhitya Rabu, 09 Maret 2022 - 11:00 WIB
Mengenal Metode Hisab Awal Ramadhan Versi Muhammadiyah
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Syamsul Anwar menerangkan bahwa penggunaan hisab merupakan metode yang sah secara syari. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Ketetapan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/1.0/E/2022 tentang penetapan hasil hisab Ramadan Syawal dan Zulhijah 1442 Hijriah.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Syamsul Anwar menerangkan bahwa penggunaan hisab merupakan metode yang sah secara syar'i dalam menentukan awal bulan Hijriah. Penggunaan hisab sebagai hukum hasil perubahan mendapatkan dasar-dasarnya di dalam Al-Qur'an dan Sunnah.

Ia menjelaskan, terdapat dua ayat yang mengandung isyarat yang jelas kepada hisab dalam Al-Qur'an, yakni Surat Ar-Rahman ayat lima dan Surat Yunus ayat lima. Selain itu, hadits Ibn ‘Umar riwayat al-Bukhari dan Muslim menyatakan bahwa, “Jika hilal di atasmu terhalang awan, maka estimasikanlah,” memberi tempat bagi penggunaan hisab di kala bulan tertutup awan.

Baca Juga: Malaysia Umumkan Masuk Fase Endemik Mulai 1 April 2022

Hisab hakiki yang digunakan Muhammadiyah adalah kriteria wujudul hilal. Syamsul menjelaskan bahwa dengan metode ini, bulan kamariah baru dimulai apabila pada hari ke-29 berjalan saat matahari terbenam terpenuhi tiga syarat berikut secara kumulatif.

Pertama, telah terjadi ijtimak. Kedua, ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat terbenamnya matahari, Bulan berada di atas ufuk sebagai syarat yang ketiga. Apabila salah satu dari kriteria tersebut tidak dipenuhi, maka bulan berjalan digenapkan tiga puluh hari dan bulan baru dimulai lusa.

Syamsul memberikan contoh praktis penentuan 1 Ramadan 1443 Hijriyah. Ia menjelaskan pada hari Jumat Pahing, 29 Syakban 1443 H bertepatan dengan 1 April 2022 M, ijtimak jelang Ramadan 1443 H terjadi pada pukul 13:27:13 WIB.

Baca Juga: Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Bisnis Pesantren, Bisa Dapat Ratusan Juta Rupiah

Sementara itu, tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ (LS) dan l = 110° 21¢ BT) = +02° 18’ 12”, artinya hilal sudah wujud, dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam itu Bulan berada di atas ufuk. Karenanya, 1 Ramadan 1443 H jatuh pada hari Sabtu Pon, 2 April 2022 M.

Sementara untuk awal bulan Syawal, Syamsul menjelaskan bahwa pada hari Sabtu Legi, 29 Ramadan 1443 H bertepatan dengan 30 April 2022 M, ijtimak jelang Syawal 1443 H belum terjadi. Ijtimak terjadi esok harinya, Ahad Pahing, 30 Ramadan 1443 H bertepatan dengan 1 Mei 2022 M pukul 03:31:02 WIB.

Baca Juga: Iklan Sirup dan 7 Produk Ini Mulai Sliweran, Tanda Ramadhan Sebentar Lagi

Sementara itu, tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ (LS) dan l = 110° 21¢ BT ) = +04° 50’ 25”, dengan demikian hilal sudah wujud, dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam itu Bulan berada di atas ufuk. Umur bulan Ramadan 1443 H 30 hari dan tanggal 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin Pon, 2 Mei 2022 M.

“Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah Swt, diberi kesehatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah Ramadan ini dengan sebaik-baiknya serta memperoleh berkah dengan kehadiran bulan suci ini,” doa Syamsul Anwar dalam kajian yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta baru-baru ini dilansir laman resmi Muhammadiyah.

Baca Juga: Kecewa Kinerja Wasit Liga 3, PSSI Wacanakan Gunakan Wasit Asing

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)