LANGIT7.ID, Malaysia - Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa negaranya akan memulai transisi pandemi Covid-19 menjadi endemik pada 1 April 2022. Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Sri
Ismail Sabri Yakoob.
Dalam keterangan resminya, Ismail Sabri menjelaskan bahwa jumlah kasus harian
Covid-19 meningkat secara mendadak akibat gelombang omicron. Namun, jumlah yang masuk dalam kategori 3,4 dan 5 sangat rendah, yaitu 0,7 persen. Sementara pasien yang perlu mendapatkan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) masih terkendali di 42 persen.
Baca juga: Malaysia Izinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Anak 5-11 Tahun"Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, melakukan penilaian risiko, memperoleh pandangan dari Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) dan memeriksa rekomendasi dari Kuartet Menteri, hari ini saya ingin mengumumkan bahwa negara itu akan masuk fase transisi ke
endemik mulai 1 April 2022," kata Ismail Sabri, Selasa (8/3/2022).
Pada saat yang sama, lanjut Ismail, sebagian besar anggota Keluarga Malaysia telah menerima vaksinasi lengkap dan dosis booster melalui program vaksinasi. Mulai dari Program Imunisasi Nasional Covid-19 (PICK), PICK Adolescent dan PICKids.
Pada 7 Maret 2022, tingkat vaksinasi lengkap untuk populasi orang dewasa di
Malaysia mencapai 98,7 persen. Sedangkan tingkat vaksinasi dosis booster untuk populasi orang dewasa sebesar 64 persen.
Baca juga: Kondisi Kian Membaik, Tun Mahathir Diizinkan Pulang"Penting untuk saya informasikan, fase transisi ke endemik ini merupakan exit strategy agar kita semua dapat kembali ke kehidupan normal setelah hampir dua tahun berjuang melawan Covid-19. Fase ini juga merupakan fase sementara sebelum negara tersebut masuk ke Fase Endemik yang tunduk pada pengumuman yang hanya dapat dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," ujar Ismail Sabri.
Sebelumnya, ada batasan kapasitas 50 persen untuk kegiatan yang melibatkan kelompok besar. Dengan diumumkannya transisi ke endemik maka limit tersebut akan ditiadakan sama sekali, tidak ada lagi batasan kapasitas 50 persen. Namun, penahanan fisik sangat penting dan masih dianjurkan.
Berikut ini ketentuan saat masa endemik di Malaysia per 1 April 2022:- Penggunaan masker di tempat umum masih menjadi kewajiban bagi setiap individu.
- Jam operasional untuk tempat bisnis telah dihapuskan. Pemilik tempat diperbolehkan untuk menjalankan jam operasional tempat masing-masing sesuai dengan persyaratan izin operasi tempat. Artinya, Anda semua bisa makan di warung tersebut setelah pukul 12 malam, apalagi dengan bulan Ramadhan yang akan segera tiba. Mari kita sahur di luar.
- Pendaftaran masuk menggunakan MySejahtera tetap wajib dan hanya dikecualikan untuk area terbuka, tidak ramai dan tidak ada pertemuan publik. Selain itu, MYSJTrace diperlukan untuk area indoor yang penuh dengan tamu/pengunjung.
- Kegiatan shalat berjamaah di mesjid/surau atau upacara shalat di rumah ibadah selain Islam dapat dilakukan tanpa kurungan fisik. Namun, pelaksanaan dan SOP akhir untuk masjid/surau tunduk pada keputusan Otoritas Keagamaan Negara dan untuk Rumah Ibadah Non-Muslim tunduk pada Kementerian Kesatuan Malaysia/Unit Urusan Agama Lainnya (UNIFOR).
- Persyaratan vaksinasi: Batasan kapasitas pegawai yang sebelumnya bergantung pada cakupan vaksinasi dihapuskan. Semua individu diperbolehkan lintas negara terlepas dari status vaksinasi mereka.
Baca juga:
ISWAMI Gelar Doa Bersama Secara Daring untuk Kesembuhan Tun Mahathir
Benarkah Kisah Upin dan Ipin dari Kisah Nyata? Ini Tanggapan Les Copaque(asf)