Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home masjid detail berita

Aturan Dilonggarkan, MUI: Kembali Rapatkan Shaf Sholat

mahmuda attar hussein Kamis, 10 Maret 2022 - 13:15 WIB
Aturan Dilonggarkan, MUI: Kembali Rapatkan Shaf Sholat
Shaf sholat berjamaah rapat dan lurus. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam untuk merapatkan kembali shaf sholat berjamaah. Hal ini berkaitan dengan pelonggaran aturan dari pemerintah.

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan, dengan demikian, aktivitas ibadah salat jamaah juga dapat dilaksanakan dengan merapatkan shaf, tanpa berjarak.

“Fatwa tentang kebolehan perenggangan shaf ketika sholat itu merupakan rukhsah atau dispensasi, karena ada udzur mencegah penularan wabah," ujar Niam dikutip dari keterangannya, Rabu (9/3/2022).

Baca Juga:Cara Merapatkan Shaf Saat Shalat Jamaah, Tak Perlu Sempit-Sempitan

Dengan melandainya kasus serta adanya pelonggaran aktivitas sosial, termasuk aturan jaga jarak dalam aktivitas publik, udzur yang menjadi dasar adanya dispensasi hilang.

Dengan demikian, sholat jemaah kembali pada aturan semula, dirapatkan (shaf). Selain itu, dia juga menuturkan aktivitas pengajian di masjid dan perkantoran dapat kembali dilakukan dengan tetap disiplin protokol kesehataan.

“Sebentar lagi kita akan memasuki Ramadan, umat Islam perlu mempersiapkan diri lahir batin sebaik-baiknya. Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan syiar keagamaan, serta membangun solidaritas sosial. Kita optimalkan syiar dengan tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan,” katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan