LANGIT7.ID, Jakarta - Para pengusaha atau pemilik UMKM dari kalangan
umat Islam diminta tidak tergiur bisnis yang menjanjikan materialisme. Cara tersebut dinilai dapat merusak orientasi masyarakat.
Mentor bisnis, Jaya Setiabudi mengatakan, di satu sisi mungkin iming-iming
materialisme memang baik untuk memotivasi seseorang berwirausaha.
"Tapi mereka para motivator tidak sadar bahwa mereka sudah mewartakan materialisme," kata Jaya di kanal YouTube-nya dikutip Kamis (10/3/2022).
Baca Juga: Sifat Materialisme seperti Air Laut, Semakin Diminum Semakin HausAdapun penyebar virus materialisne ini memiliki tiga kategori, yakni pertama star atau bintang. Mereka inilah orang-orang berpengaruh yang memiliki massa besar.
"Kedua, komunitas seperti organisasi, baik formal atau pun informal. Ketiga, media sosial seperti Facebook, Instagram, Tik Tok, YouTube, WhatsApp, dan lainnya," ujarnya.
Menurut dia, ketiga kategori tersebut sulit dipisahkan. Mereka adalah OKB (orang kaya baru) yang keinginannya hanya untuk pamer. Cara mereka menjanjikan materialisme ini dikhawatirkan malah menuntun orang ke jalan yang buruk.
"Kalau menuntun umat ke jalan yang benar akan menjadi amal jariyah. Sebaliknya, menuntun umat ke jalan yang sesat, akan menjadi dosa jariyah," tegasnya.
Bahayanya, lanjut dia, saat makna sukses seseorang hanya sebatas kepemilikan materi, maka orang-orang itu akan mengejar pemenuhan, baik untuk mendapatkan pujian atau sekadar kepuasan memiliki produk mewah.
"Jika dia sudah tergolong sosialita yang mampu membeli tunai, maka akan menggerus kepekaan sosialnya. Bagi yang belum mampu beli tunai, pemenuhan mereka dilakukan melalui cicilan, ambisius berkarir, atau bahkan menjual diri secara fisik maupun prinsip," katanya.
(bal)