LANGIT7.ID - , Riyadh - Pemesanan untuk melangsungkan ibadah umrah di Masjidil Haram pada saat Ramadhan, meningkat. Hal tersebut menyusul dicabutnya aturan pembatasan Covid-19 di Kerajaan Arab Saudi.
Mengutip dari The Siasat Daily, Jumat (11/3/2022), pemesanan umrah melalui aplikasi Eatmarna sangat tinggi di 13 hari pertama Ramadhan, yang diperkirakan akan dimulai pada 2 April besok.
Ini juga menunjukkan permintaan yang tinggi untuk umrah pada hari Jumat Ramadhan, sementara hari ke-30 bulan Ramadhan, pemesanan sudah penuh. Bahkan, dalam aplikasi tersebut menunjukkan tidak mungkin untuk memesan lagi.
Baca juga: Lebih dari 30 Ulama Siap Layani Jamaah Umrah di Bulan RamadhanDilaporkan bahwa, pada hari-hari biasa tercatat kepadatan ringan dan sedang, yang berarti ada kemungkinan reservasi.
Umrah adalah ziarah ke dua tempat paling suci Islam di kota Mekah dan Madinah yang dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Berbeda dengan haji yang dilaksanakan sekali dalam setahun.
Pada 4 Maret 2020, Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara umrah bagi warga dan penduduk. Hal tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19. Pihak berwenang juga memberlakukan aturan yang sama di Masjid Nabawi di Madinah.
Kemudian pada Oktober 2020, Arab Saudi mulai membuka kembali perjalanan umrah untuk jamaah domestik setelah sekitar tujuh bulan ditangguhkan karena pandemi global.
Agustus 2021, Arab Saudi membuka umrah untuk jamaah haji asing yang sudah divaksinasi, 18 bulan setelah kerajaan menutup perbatasannya karena pandemi.
Baca juga: Jamaah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Rapatkan Shaf saat Shalat SubuhTak lama berselang, pada 17 Oktober 2021, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah kembali beroperasi penuh.
Namun, pada 29 Desember 2021, Arab Saudi kembali memberlakukan pemakaian masker wajah dan menjaga jarak sosial di luar dan dalam ruangan, setelah lonjakan infeksi Covid-19.
Pada 4 Maret 2022, Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al-Rabiah mengingatkan bahwa umrah dihentikan karena merebaknya COVID-19 dua tahun lalu.
Dalam unggahan di Twitter, Al-Rabiah menulis, “Pada hari ini dua tahun lalu, Umrah dihentikan karena pandemi COVID-19, dan sekarang tersedia untuk semua orang.”
Pada 5 Maret 2022, Arab Saudi mencabut sebagian besar aturan pembatasan COVID-19 di kerajaan tersebut. Ini termasuk menghapus jarak fisik antara jamaah di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Kapan Ramadhan 2022 di Arab Saudi?Hari pertama bulan suci Ramadhan 1443-2022 di Arab Saudi, UEA, Mesir, Lebanon, Suriah, Aljazair, Kuwait, Emirat, Bahrain, Sudan, Maroko, dan negara-negara Arab lainnya diprediksi jatuh pada 2 April 2022, seperti dilaporkan Arabia Weather.
Baca juga: Arab Saudi Perbarui Prosedur Masuk Umrah dan KunjunganSebuah studi yang dilakukan Arabia Weather menunjukkan bahwa penampakan bulan sabit Ramzan 2022-1443 akan mungkin terjadi setelah matahari terbenam pada hari Jumat, 1 April 2022, di mana perhitungan astronomi menunjukkan bahwa kopling pusat (
central new moon) akan terjadi saat fajar pada hari Jumat, 1 April 2022, 03:24 waktu Mekah.
Bulan akan tetap berada di langit Mekah setelah matahari terbenam selama 15 menit, dan usia bulan sabit akan menjadi sekitar 15 jam, yang berarti bahwa bulan sabit dapat dilihat, dan oleh karena itu Ramadhan diperkirakan jatuh pada hari Sabtu, 2 April, 2022, di semua negara Arab.
Tanggal pasti dimulainya Ramadhan dan Idul Fitri akan dikonfirmasi lebih dekat dengan tanggal tersebut, berdasarkan tradisi melihat bulan.
(est)