LANGIT7.ID - , Jakarta -
Gargle atau berkumur merupakan cara untuk membersihkan kuman di saluran pernapasan atas dan yang bersarang di tenggorokan.
Cara
gargle yang tepat adalah dengan memposisikan kepala menengadah hingga 45 derajat dan berkumur selama 30 detik. Kementerian Kesehatan menerapkan aturan
gargle yang disingkat dengan 3T atau tuang, teguk, tengadah yang bisa dilakukan 2 kali sehari.
Berkumur dapat dilakukan dengan menggunakan dua bahan, yaitu alami dan sintetis. Berkumur dengan bahan alami umumnya menggunakan air putih, air garam, dan teh hijau. Sedangkan berkumur dengan bahan sintetis menggunakan cairan
polyvinylpyrrolidone-iodine (PVP-I).
Baca juga: Cegah Infeksi Covid-19, Kemenkes Luncurkan "Waktu Indonesia Gargle"Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan bedah Kepala dan Leher (THT-KL), dr Arie Cahyono mengatakan
gargle penting dilakukan karena berhubungan dengan organ THT.
“Kenapa
ber-gargle penting? Karena organ THT langsung berhubungan dengan dunia luar dan mudah terpapar bakteri, virus, dan lain-lain,” ujar Arie di acara daring, Selasa (15/3/2022).
Saat terpapar bakteri, Arie melanjutkan, keluhan yang kerap dirasakan penderita adalah kesulitan saat menelan. Sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas hingga besarnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan.
Di masa pandemi seperti saat ini, Arie mengatakan, menjaga kesehatan rongga mulut dan hidung sangat penting dilakukan. Hal tersebut guna mencegah penyebaran virus Covid-19.
Meski, sejauh ini masyarakat Indonesia mulai mengenal
gargle, namun belum rutin melakukannya.
"Sejak pandemi, masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal
gargle sebagai salah satu upaya menjaga kebersihan rongga mulut tapi masih banyak yang belum melakukannya secara benar dan rutin," katanya.
Baca juga: Biofarma Luncurkan BioSaliva, Alat Tes PCR dengan Metode KumurMengetahui betapa pentingnya berkumur, Arie mengatakan aktivitas ini tak hanya bisa dilakukan orang dewasa tetapi juga kepada
anak-anak."Gargle juga bisa dilakukan oleh anak-anak yang sudah berusia di atas 6 tahun. Sebagai pemula, anak bisa menggunakan air biasa dan dipandu atau diawasi oleh orangtua," ujarnya.
"Untuk anak-anak hindari
gargling menggunakan bahan yang mengandung alkohol," pungkas Arie.
(est)