Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Curahan Hati Lyra Virna Saat Lepas Anak Belajar ke Pesantren

Muhajirin Rabu, 28 Juli 2021 - 12:00 WIB
Curahan Hati Lyra Virna Saat Lepas Anak Belajar ke Pesantren
Lyra Virna saat melepas putrinya Eisha Bachmid untuk belajar di Pesantren (foto: instagram/@lyravirna)
LANGIT7.ID - Artis Lyra Virna tak kuasa menahan air mata saat melepas anaknya untuk belajar di pondok pesantren. Curahan hati pembawa acara itu mewakili perasaan setiap orang tua saat harus berpisah dengan anak mereka kembali ke pondok pesantren.

Lyra Virna memiliki dua anak saat menikah dengan Fadlan Muhammad yaitu Ali Bachmid dan Queisha Nahla Bachmid. Begitupun dengan Fadlan yang memiliki tiga buah hati yakni Zidane, Mikhail Attala, dan Quincy Alicia. Setelah menikah, mereka tinggal dalam satu atap.

Mereka bertujuh tinggal bersama, begitupun ketika buah hati dari pernikahan mereka lahir, Khaleed. Bertahun-tahun tinggal bersama tentu bukan hal mudah melepas anak jauh dari orang tua ke pondok pesantren. Namun itu menjadi pengorbanan seorang ibu untuk pendidikan anak-anaknya.

Lyra Virna mengantar Queisha Nahla Bachmid pada Ahad (24/7/2021). Momen tersebut ia abadikan melalui akun instagram pribadinya. Eisha memiliki semangat yang tinggi untuk belajar di pondok pesantren tahfidz, sangat antusias, semangat, dan sudah bangun sejak pukul 03.00 dini hari.

“Latihan bangun subuh seperti di mahad, katanya. dan berulang-ulang nanya kapan berangkat. Eisha sendiri yang masyaAllah memilih offline di ma'had meski di pondoknya ada juga pilihan online untuk santri yang masih di luar kota ataupun wali santri yang masih ragu memasukan anandanya ditengah pandemi. karena awal masuk , Eisha ingin offline agar bisa kenal pondoknya dulu,” tulis Lyra Virna.

Saat di perjalanan, kata Lyra Virna, Eisha masih ketawa-ketawa. Bahkan ia bercanda ria saat mengantar Ali Bachmid.

Namun cerita berbeda saat sudah sampai di tujuan. Eisha mulai sedih dan bercucuran air mata Melihat itu, Lyra Virna sebagai seorang ibu tak kuasa menahan sedih, namun tetap berupaya tak menangis biar Eisha tidak semakin sedih.

Kesedihan Eisha tak sampai di situ. Lyra menceritakan, putrinya itu masih menangis saat masih melewati malam pertama di pondok pesantren. Namun hari berikutnya sudah mulai membuka diri dan bergaul dengan teman-temannya.

“Eisha, doa umi selalu buat Eisha semoga Eisha dimudahkan, diberkahi dan diridhoi Allah saat mencari ilmu agama Allah di pondok , semoga umi dan Eisha dikuatkan lillahi taala. Eisha tau kalo umi tidak pernah tinggalin Eisha dan jauh dari Eisha buat alasan apapun selama ini, bahkan tidak pernah tinggalin Eisha untuk alasan kerja, utk alasan apapun,” turut Lyra.

Lyra mengatakan, Eisha sangat paham bahwa ibunya memiliki prinsip kerja tidak lebih penting dari anak. Namun berbeda untuk saat ini, Lyra mengikhlaskan buah hatinya untuk menimba ilmu di pondok pesantren.

“Umi mau Eisha tau kalau kerja pun tidak lebih penting dari anak, kecuali untuk perintah Allah seperti umrah, sekarang Eisha umi ikhlaskan jauh juga untuk menjalankan perintah Allah. Umi wajib memberikan pendidikan agama yang baik buat Eisha, karena Allah akan tanyakan itu ke Umi kelak di akhirat. Eisha kuat yaa... insyaAllah, Allah akan kuatkan Umi juga,” ucap Lyra.

Lyra menuturkan, bukan perkara mudah melepas anak untuk menuntut ilmu. Apalagi jika hidup bersama selama bertahun-tahun. Bukan hanya berat pada hari pertama, pekan pertama, atau bulan pertama, tapi selalu berat tiap kali mengantar anak ke pesantren.

Dia menyebut ada ego sebagai orang tua yang ingin selalu dekat sama anak yang harus ditaklukkan. Sangat berat, apalagi Lyra mengaku tipe ibu yang tidak bisa jauh dari anak meski sehari. Namun akan berbeda jika mengantar anak menjadi anak yang paham agama paham Al-Qur’an dan Hadits. Anak akan menjadi pembuka pintu surga bagi kedua orang tuanya. Maka ego harus dinomorduakan.

“Meski Bukan kali pertama melepas anak ke mahad karena sudah mengantar abang Eizel dua tahun lalu, tapi masih belum terbiasa. Semoga kalian betah ya Hafidz dan hafidzah umi, punya teman-teman yang saling menguatkan menuju surga Allah dan mendapat ustadzah dan ustad pengajar yang sabar dan penuh kasih sayang dalam membimbing,” tutur Lyra.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)