Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Mengenal Kufi, Khat Arab Tertua di Logo Halal Indonesia

fajar adhitya Kamis, 17 Maret 2022 - 21:05 WIB
Mengenal Kufi, Khat Arab Tertua di Logo Halal Indonesia
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Desain Logo Halal Indonesia yang ditetapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menjadi kontroversi. Secara visual, versi pengganti logo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu dinilai tidak terbaca.

Logo Halal Indonesia dirancang berbeda 180 derajat dengan logo halal MUI. Pada logo halal baru, pemerintah mengganti konsep warna hijau, tidak memakai lingkaran, dan menghilangkan nama MUI.

Selain itu, penggunaan khat (garis tulisan) pun berbeda. Logo halal MUI menggunakan Khat Naskhi, sementara Logo Halal Indonesia menggunakan Khat Kufi.

Baca Juga: Pro-Kontra Logo Halal, Begini Pengertian Halal

Tim Penulis Al-Qur’an Mushaf Banten Ahmad Tholabi Kharlie menjelaskan, penggunaan Khat Kufi pada Logo Halal Indonesia tidak ditujukan untuk kepentingan baca tulis, tapi lebih pada kepentingan estetika. Sedangkan logo halal yang lama menggunakan jenis khat Naskhi yang fungsional tulis-baca.

“Oleh karena itu, aspek keterbacaan atau kejelasan tulisan menjadi tidak dominan. Terlebih ini digunakan untuk logo yang juga mempertimbangkan aspek kepantasan, keserasian, dan keindahan," ujar Tholabi dalam pesan tertulisnya baru-baru ini.

Khat Kufi merupakan khat kaligrafi Arab tertua yang pada awalnya dikembangkan di Kufah, Irak pada Abad ke-7 Masehi. Huruf Kufi dikembangkan dari huruf Nabatea, sejenis abjad dari rumpun bahasa Semit dan sudah dikenal seratus tahun (± 538 M) sebelum berdirinya kota Kufah di Mesopotamia, sekarang terletak 170 kilometer selatan Baghdad.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Komentari Logo Halal: Ini Bukan soal Seni dan Filosofi

Khat Kufi adalah salah satu khat yang termasuk dalam Al-Khuttut Al-Sittah atau lebih sering dikenal dengan Al-Aqlam As-Sittah (Kufi, Tsuluts, Naskhi, Riqa, Muhaqqaq, Tauqi). Khat Kufi digunakan dalam penulisan mushaf Al-Qur’an pada awal-awal masa kodifikasi.

Khat Kufi dikenal oleh masyarakat Islam sejak Umar bin Khattab menyuruh kaum muslimin untuk menggunakan tulisan. Dalam menulis Al-Qur’an, Umar bin Khattab dan para sahabat lainnya menggunakan model tulisan Kufi sederhana.

Kegiatan ini berlangsung sejak abad empat Hijriyah hingga akhirnya menyebar di seluruh wilayah Irak. Khat Kufi adalah model tulisan Arab yang berbentuk kapital atau bersudut. Khat ini memiliki ciri-ciri tegak lurus, memiliki sudut yang sama antara garis horisontal dan vertikal, 900 atau 450, dan tidak dapat ditulis dalam sekali goresan.

Baca Juga: Anwar Abbas: Penerbitan Fatwa Halal Tetap di Tangan MUI

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)