LANGIT7.ID - Pakar pengasuhan anak Irwan Rinaldi menyebut bahwa untuk mewujudkan ketahanan keluarga jika dilihat dari sisi pengasuhan tidak seperti tahu bulat, yaitu dadakan. Ketahanan keluarga tidak bisa terbentuk dengan sendirinya.
“Jadi di dalam pengasuhan itu memang dari sejak awal. Jadi tidak bisa mendadak, harus ada persoalan dulu baru siap-siap. Nanti capek karena persoalan itu akan datang terus. Maka itu, di dalam ketahanan keluarga itu tidak bisa disiapkan mendadak, harus disiapkan sejak dari awal,” kata Ayah Irwan dalam diskusi daring melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Rabu (28/7/2021).
Nah, supaya ketahanan keluarga kuat ada tiga hal paling penting yang harus diperhatikan. Tiga hal itu yakni:
1. Relasi dengan AllahAyah Irwan menyebut relasi dengan Allah itu sangat penting dan menjadi hal paling utama. Ini karena berumah tangga tergantung kepada keterhubungan dan ketersambungan suami, istri, dan anak kepada Allah SWT.
“Itulah sebabnya para ahli
parenting itu menyebutkan, jadi kalau rumah tangga ada persoalan, larinya jangan langsung ke
parenting skill-nya, tapi lihat seperti apa keterhubungan dan ketersambungan si ayah, ibu, dan anak kepada Allah SWT. Terutama untuk ayah,” ucap ayah Irwan.
2. Relasi PernikahanUntuk membangun ketahanan keluarga, relasi pernikahan yang perlu diperiksa. Relasi pernikahan itu menyangkut hubungan suami istri. Suami dan istri harus memiliki road map yang jelas dalam menjalankan bahtera rumah tangga. Susah menjalani relasi pernikahan dengan baik tidak membuat road map. Road map harus dibikin pada awal-awal pernikahan.
Hal yang menjadi adalah ketika ada keluarga yang tidak menentukan
roadmap pernikahan. Membangun ketahanan keluarga akan susah. Ketika ada gelombang naik dan turun di dalam rumah tangga, pasti akan kehilangan arah. Itu karena tidak punya
roadmap.
“Secara teori parenting, biasanya road map itu dibagi per lima tahun. Ada lima tahap di dalam rumah tangga kita. Lima tahun pertama apa yang harus dilakukan. Begitu juga dengan lima tahun kedua, ketiga, keempat, dan kelima,” ucap Ayah Irwan.
3. Relasi pengasuhanRelasi pengasuhan ini berhubungan dengan anak. Relasi pengasuhan bertujuan agar keluarga kuat dalam keadaan, situasi, dan kondisi apapun. Ayah Irwan menyebut ada tiga hal yang perlu diperhatikan terkait relasi pengasuhan ini.
Pertama, prinsip pengasuhan. Hal pertama yang harus diperiksa prinsip pengasuhan antara suami dan istri, apakah sudah sama atau belum. Prinsip pengasuhan harus sama. Tidak boleh berbeda. Akan menjadi persoalan adalah ketika tidak sama. Suami maupun istri tidak punya cara pandang dalam mengasuh anak.
Kedua, pola pengasuhan. Pola pengasuhan juga harus disepakati. Misalnya membangunkan anak dengan pola yang mana, sebab masing-masing suami dan istri datang dengan pola pengasuhan yang berbeda. Maka harus disepakati. Belum lagi pola mendisiplinkan anak, dan lain-lain. Semua hal tentang pola pengasuhan harus disepakati bersama.
Ketiga,
roadmap pengasuhan.
Roadmap pengasuhan ini berbeda-beda sesuai jenjang umur anak. Mengasuh anak laki-laki dan perempuan juga berbeda. Jadi, suami dan istri harus membikin
roadmap mengasuh anak laki-laki seperti apa dan anak perempuan seperti apa.
Misalnya anak laki-laki yang berumur 17-18 wajib ayah mengajarkan kelaki-lakian, sehingga pada umur 14-15 tahun itu anak laki-laki sudah harus disimulasikan. Ada persoalan yang ditanyakan oleh anak tidak boleh langsung dijawab.
“Misalnya anak mempertanyakan masalah keuangan di tengah pandemi, tidak perlu langsung dijawab, karena disaat itu dia sedang belajar bagaimana berpikir, menganalisa, dan bagaimana memutuskan. Itu namanya kelaki-lakian. Begitu juga pola pengasuhan anak perempuan,” ucap dia.
Nah, untuk membangun ketahanan keluarga di tengah pandemi covid-19 saat ini, terlebih dahulu periksa tiga relasi di atas. Relasi dengan Allah sudah benar, relasi pernikahan sudah disepakati, dan relasi pengasuhan sudah disepakati juga
(jqf)