LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menilai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 menjadi momentum untuk menghasilkan pemimpin masa depan Indonesia dengan komitmen digitalisasi. Dia mengatakan digitalisasi dalam Pemilu sangat mungkin dilakukan karena sudah banyak negara yang sudah mulai menerapkan e-voting.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Franksi
PDIP, Junimart Girsang mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. Asalkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak penyelenggara siap menjalankan sistem tersebut.
Baca Juga: Luhut Klaim Punya Big Data Pemilu 2024 Ditunda, Pengamat: Mustahil"Kita kembalikan kepada kesiapan penyelenggara pemilu untuk menerapkan sistem e-voting. Kalau KPU siap, kenapa tidak," kata Junimart kepada wartawan, dikutip Jumat (25/3/2022).
Dalam hal ini, Junimart mempersilakan kepada KPU untuk mempresentasikan kemungkinan itu dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI. Menurut Junimart, Undang-Undang (UU) terkait Pemilu bisa saja direvisi jika sistem
e-voting disepakati bersama dalam rapat tersebut.
"Monggo dipresentasikan dalam RDP atau RAKER di Komisi II DPR-RI, kami rencanakan tanggal 11-12 April 2022. Revisi bisa dilakukan bila model e-voting disepakati dan diputuskan dalam RDP atau Raker di Komisi II," ujarnya.
Baca Juga: Menkominfo Sebut Pemilu 2024 Sudah Memungkinkan E-VotingLebih lanjut, Junimart mengatakan jika sistem e-voting dilakukan harus memenuhi nilai demokrasi. "Digitalisasi atau teknologi digital
Pemilu harus menenuhi nilai dan syarat-syarat demokrasi," jelasnya.
Sebelumnya, Menkominfo Johnny G Plate menyontohkan negara Baltik di Eropa Utara, Estonia yang menjadi negara terdepan di dunia karena keberhasilan mengadopsi pemungutan suara secara digital. Hal itu dapat dilakukan melalui pemungutan suara online yang bebas, adil dan aman, serta melalui sistem e-vote atau internet voting.
"Estonia telah melaksanakannya sejak tahun 2005 dan ini telah memiliki sistem pemilihan umum digital di tingkat kota, negara dan di tingkat Uni Eropa yang telah digunakan oleh 46,7 persen penduduk. Jadi bukan baru, termasuk KPU ini sudah lama juga menyiapkannya," kata Menkominfo.
Baca Juga:
Forum Ijtima Ulama Jatim Deklarasikan Sandiaga Uno Jadi Capres
PKB: Pemilu 2024 Dapat Ditunda dengan Syarat(asf)