Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menyiapkan dan Mengelola Pesantren Kilat Ramadhan di Masa Pandemi

Muhajirin Senin, 28 Maret 2022 - 11:32 WIB
Menyiapkan dan Mengelola Pesantren Kilat Ramadhan di Masa Pandemi
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pesantren Kilat Ramadhan memiliki manfaat besar bagi anak. Pesantren kilat merupakan pelatihan multi aksi dan media yang dirancang untuk menjadikan anak dan remaja semakin friendly dengan keindahan ajaran Islam, mengokohkan dan meletupkan potensi spiritual anak, hingga membuahkan hasil berupa pribadi yang lebih berkarakter positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pesantren kilat juga dirancang untuk membangun mental keislaman bagi anak dan remaja saat ini, membangun kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, keberanian, kepercayaan diri, semangat memberi, serta membangun kecintaan dahsyat terhadap orang tua, guru, dan teman.

Mengutip kanal Beewhite Management, berikut ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan untuk mengelola Pesantren Kilat:

Tahap Pertama, kekuatan tema

Banyak pesantren kilat yang langsung membahas materi dan metode. Padahal, tema sangat menentukan dan menjadi dasar dalam rancangan pesantren kilat. Selain itu, tema menjadi hal pertama yang tertancap Kuat kepada anak.

Kekuatan tema sangat penting. Tema terbaik adalah tema yang diciptakan sendiri, bukan menjiplak dari tema yang sudah dibuat oleh orang lain. Kekuatan tema bisa diawali dengan menyurvei masalah utama yang tengah dihadapi anak-anak secara umum.

Hasil survei itu lalu dikemas dalam bentuk kalimat sederhana tapi powerfull seperti “Ramadhan Cinta Kebaikan”. Tema lebih dari tiga kata tidak disarankan. Itu karena tidak mudah diingat oleh anak-anak dan sulit untuk membuat mereka menjadikan tema Ramadhan sebagai ruh dari pesantren kilat.

Setelah itu, fokus kepada solusi besar. Misal soal bangun pagi. Mentor tidak fokus pada masalah Bangun pagi, tapi menarik ke fokus utama yang yakni anak muslim harus cinta kebaikan. Sebab, Bangun pagi merupakan sunnah Rasulullah SAW.

Tahap Kedua: Indikator Output

Setelah menentukan tema yang sederhana tapi powerfull, maka selanjutnya indikator output harus disusun. Ada output tentang pengetahuan, motivasi, dan sikap.

Baca juga: Gubernur Jatim: Pesantren Episentrum Peradaban Islam

Pengetahuan berarti berbicara tentang ‘apa’. Apa hal baru yang harus diketahui anak-anak. Sebelum anak diberi motivasi, mereka harus menambah pengetahuan terlebih dahulu, seperti pengetahuan tentang ‘anak baik menurut Allah’.

Pengetahuan merupakan turunan dari tema. Jadi, pengetahuan menjadi gambaran baru bagi mereka. Setelah berbicara pengetahuan, maka lanjut ke indikator yang berkaitan dengan motivasi. Indikatornya adalah ‘mengapa’. Misal, mengapa anak harus menjadi anak baik. Dari situ, anak-anak akan termotivasi untuk melakukan kebaikan.

Misal anak termotivasi karena ternyata menjadi anak baik menyenangkan karena disukai banyak orang dan lebih utama dicintai oleh Allah. Anak juga dimotivasi tentang seberapa besar manfaat Jika melakukan kebaikan, ada sebab akibat.

Kemudian, sikap. Output sikap menitikberatkan pada cara agar membuat program yang bisa melatih diri anak untuk tanggung jawab dan mandiri. Bisa juga melatih diri untuk memaksa ibadah sunnah.

Tahap Ketiga: Menyusun Metode Kreatif

Ada enam poin yang berkaitan dengan menyusun metode kreatif. Pertama, berbeda dari sekolah. Metode bisa disusun secara fun, fresh, dan friendly. Dengan begitu, anak-anak akan lebih merasa senang dan bahagia mengikuti pesantren kilat Ramadhan.

Kedua, fasilitasi minat. Bisa menyampaikan materi melalui minat di rumah. Misal minat memasak, minat membaca, dan lain sebagainya.

Ketiga, life skill baru. Kalau bisa memang metodenya harus menambah fasilitas skill baru, seperti life skill berbicara, menata tempat tidur, dan lain sebagainya.

Keempat, menantang. Metode harus menantang agar mau dikerjakan. Anak-anak zaman sekarang Kalau tidak menantang, lawan kita adalah gadget. Kalau kita tidak bisa mengalihkan, maka mereka akan lebih dominan ke gadget.

Kelima, kekinian. Memahami kebiasaan anak di rumah dan menjadi sebagai media belajar. Misal anak suka kreatif seperti vlogging dan mengutarakan pendapat melalui layar.

Keenam, percaya diri dan komunikasi. Fasilitasi untuk lebih percaya diri dan berani berkomunikasi. Contoh, anak-anak diminta pendapat kepada kakek-nenek tentang Ramadhan yang seru di 10 terakhir. Itu akan memaksa mereka mengeksplorasi seperti menelpon dan menyiapkan pertanyaan.

Baca juga: Duta Qur'an: Masih Banyak Guru Ngaji Belum Dapat Upah Layak

Ada satu contoh tantangan pesantren kilat Ramadhan yakni tantangan menemukan teman baru. Ini bisa bersandar pada Surah Al-Hujurat ayat 13. Ada empat tahap bisa dilakukan.

Pertama, memilih. Anak-anak diminta memilih salah satu orang di kelas yang selama ini jarang diajak bicara.

Kedua, mulai pembicaraan dengan teman baru, bisa melalui media sosial atau pun Zoom.

Ketiga, kesamaan. Anak-anak diminta menemukan kesamaan dengan teman baru tersebut. Misal sama-sama masak atau makanan mie goreng. Jadi, mau tidak mau harus ada bahasa pengantar dan anak-anak akan melalui proses itu.

Keempat, berusaha terus. Anak-anak dipersilahkan menghubungi banyak orang sampai mendapatkan satu teman yang bersedia merespons.

Setelah itu, guru bisa meminta anak-anak menceritakan. Ada tiga tahapan yakni pertama, mudah atau sulitkah Kalau berbicara dengan orang lain? Apa hal-hal menarik yang anak-anak temukan? Apakah ada yang menolak saat diajak ngobrol, bagaimana cara mengatasinya?

Jadi, pengalaman anak mencari teman baru menjadi bahan materi. Bisa menyampaikan hikmah dari setiap masalah yang dikemukakan anak. Sehingga para mentor harus terus mengembangkan tema dan hikmah.

Tahap Keempat: SOP dan Upgrading

Susun timeline dan SOP termasuk job desk guru sebagai mentor (bahasa intruksi yang mudah dipahami. Upgrading guru khususnya kemampuan sebagai fasilitator dan seni motivasi.

Kekuatan di pesantren kilat itu adalah facilitating skill, sehingga apa yang dialami menjadi motivasi dan hikmah bagi anak.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)