LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 tips buat
konten kreator mendapatkan pasive income atau pendapatan pasif. Persaingan bisnis digital yang makin ketat harus memicu inovasi baru.
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk bisa bersaing dengan konten kreator lainnya. Berikut adalah tips bagi konten kreator untuk bisa bersaing mendapatkan passive income di
bisnis digital:
Baca Juga: 4 Kunci Sukses Jalankan Bisnis dari Hobi, Pengusaha Wajib Tahu1. Ikut trenPendiri Unfold, aplikasi storytelling untuk media sosial seperti instagram, Alfonso Cobo mengatakan, untuk bisa bersaing dengan konten di bidang yang sama, kreator harus selalu update mengikuti perkembangan tren.
"Tren terbesar yang kami lihat, konten kreator mendiversifikasi aliran pendapatan mereka," ujarnya seperti dilansir
enterpreuneur.com, dikutip Rabu (30/3/2022).
Menurutnya, para kreator kini mulai menghadirkan konten di berbagai platform yang ada, seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan lainnya. Hal itu dilakukan untuk mempromosikan konten yang dibuat ke banyak media.
"Jadi ada penekanan untuk mengurangi ketergantungan pada satu platform. Bahkan, juga memberikan aliran pendapatan pasif dari berbagai paltform," ujarnya.
2. Hadirkan ruang sosial Konten yang dihadirkan dengan pendekatan sosial disebut dapat memberikan daya tarik lebih. Bahkan, konten kreator dapat berkembang dengan pesat melalui pendekatan ini.
"Secara universal, kami melihat bahwa model konten yang merangkul isu sosial bisa mendapatkan keuntungan besar," ungkapnya.
Artinya, kreator perlu memanfaatkan peluang dengan membangun hubungan yang lebih erat secara langsung dengan penontonnya.
"Kuncinya adalah, dengan hadir di lebih banyak platform. Sehingga akan memberikan peluang lebih besar untuk kontak interaksi langsung dengan penonton," katanya.
3. Ketahui tantanganKehadiran konten di banyak platform ini dikarenakan tidak adanya hub yang menghubungkan antara satu platform dengan yang lainnya.
"Setiap platform memiliki kelompok penggunanya sendiri. Dengan masuk ke banyak platform itu dimaksudkan agar dapat menjangkau pengguna lebih luas," ujarnya.
Alfonso mengatakan, menyajikan konten di banyak platform menjadi tantangan tersendiri. Di mana banyaknya monetisasi akan berbeda-beda, menyesuaikan dengan karakteristik pengguna di platform tertentu.
"Hal ini juga menyulitkan pembuat konten untuk benar-benar memiliki dan memonetisasi pemirsa. Sebab, sangat mungkin karakteristik pengguna Instagram berbeda dengan TikTok," katanya.
4. Konsisten dan persistenMendapatkan monetisasi dari platform media sosial tidak mudah. Sebab, butuh waktu relatif lama untuk mendapatkan pelanggan yang setia terhadap konten yang dihadirkan.
"Konsistensi ini berlaku untuk di seluruh platform, sehingga akan membantu membangun pelanggan jangka panjang," katanya.
5. Gunakan tautanUntuk menghubungkan satu paltform dengan yang lainnya, dibutuhkan tautan yang saling terhubung.
"Salah satu yang bisa digunakan adalah dengan mencantumkan tautan di status atau pun deskripsi paltform," katanya.
Strategi ini dimaksudkan untuk memberikan fleksibilitas bagi penonton yang ingin mengulik lebih jauh dari konten atau pun channel yang dihadirkan.
(bal)