LANGIT7.ID - , Jakarta - Cuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang tampaknya sepele namun memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi mengatakan cuci tangan merupakan kegiatan yang sangat penting, jika tidak dilakukan secara rutin maka akan menyebabkan kematian. Menurut dia, tangan memiliki dua fungsi negatif dan positif, untuk mendapatkan manfaat yang baik maka hal tersebut tergantung dari bagaimana menggunakannya.
Baca juga: Cuci Tangan Pakai Sabun Turunkan Angka Kasus Diare dan ISPA"Cuci tangan sangat penting, karena dengan tangan orang bisa membuat sesuatu, dengan tangan Anda bisa menggerakkan sesuatu, bahkan tangan juga bisa menampar orang. Jadi tangan bisa digunakan secara positif maupun negatif, hal ini tergantung dari bagaimana Anda menggunakannya," ujar Josef dalam konferensi pers kampanye “Indonesia Bergerak Lawan Kuman”, Rabu (30/3/2022).
Josef melanjutkan, tidak mencuci tangan berpotensi terinfeksi penyakit dan sebagainya yang bisa menyebabkan kematian. Padahal, mencuci tangan sendiri merupakan kebudayaan yang sudah lama diajarkan. Namun, masih banyak yang melupakan kebiasaan ini.
"Makanya kita harus berterimakasih dengan adanya Covid-19 ini, dapat mengajak kita kembali dan menyadarkan kepada kita bahwa mencuci tangan merupakan hal yang sangat penting. Dan jangan lupa untuk sertakan sabun, agar tangan menjadi bersih," ungkapnya.
Lebih lanjut, pria kelahiran 1952 ini berterimakasih kepada pihak yang telah membantu NTT melalui sekolah atau komunitas masyarakat dengan mengajarkan hidup sehat yang baik melalui cuci tangan dengan sabun.
"Hidup sehat di badan, di pikiran dan di hati, semua itu pasti akan terjamin dengan apa yang dinamakan tiga S (Selaras, Seimbang dan Serasi)," ucap Josef.
Baca juga: Fasilitas Cuci Tangan yang Baik Dorong Gaya Hidup Sehat"Jangan sampai ketika kita tidak cuci tangan, maka kita akan stres, begitu stres kita akan struk. Ketika struk tiba maka tiga S-nya akan berhenti. Makanya rutin cuci tangan agar Anda tetap pertahankan tiga S tersebut," pungkasnya.
Di akhir sambutannya Josef berpesan kepada masyarakat NTT untuk bergerak melawan kuman dengan satu rumah, satu sarana, cuci tangan pakai sabun. Manfaatkan sarana tersebut agar mewujudkan NTT mencapai sanitasi total berbasis masyarakat melalui capaian 100 persen cuci tangan pakai sabun.
(est)