LANGIT7.ID, Jakarta - Penting bagi orangtua untuk mengajarkan kepada anak bagaimana cara yang tepat dalam menjaga kebersihan diri.
Mencuci tangan pakai sabun termasuk pembiasaan yang perlu diajarkan kepada anak.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, manfaat
cuci tangan pakai sabun dapat mencegah penularan infeksi dan menurunkan angka kematian anak.
Cuci tangan pakai sabun lebih efektif mencegah penularan infeksi masuk ke dalam mulut melalui tangan daripada hanya dengan air.
Baca juga: IDAI Bagi Tips Agar Anak Terhindar dari Infeksi“Berbagai jenis infeksi yang menular melalui mulut tidak akan terjadi apabila kita membiasakan mencuci tangan pakai sabun. Hal ini dapat juga mengurangi dan mencegah terjadinya diare pada anak,” ucap Menkes dikutip keterangan media, Selasa (18/20/2022).
Kebiasaan cuci tangan pakai sabun sejalan dengan transformasi kesehatan fokus pada pilar pertama yakni transformasi layanan kesehatan primer. Layanan kesehatan primer ini lebih mengutamakan promotif preventif.
“Cuci tangan pakai sabun dan sanitasi total berbasis masyarakat itu penting untuk kita implementasikan karena dia bisa mencegah infeksi dan itu akan menurunkan angka kematian anak,” ujar Menkes.
Baca juga: Cuci Tangan Pakai Sabun Turunkan Angka Kasus Diare dan ISPASelebihnya, Menkes meminta masyarakat Indonesia bisa meningkatkan kebersihan lingkungan di tempat tinggalnya. Upaya ini bisa dimulai dari lingkungan terkecil di keluarga kemudian juga ke masyarakat di mana kita berada.
“Dengan kita memastikan kebersihan lingkungan kita bisa memastikan bahwa anak-anak kita hidupnya lebih sehat dan lebih baik dari kita,” tutur Menkes Budi.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan cuci tangan pakai sabun saat ini merupakan salah satu fokus utama dari program nasional sanitasi total berbasis masyarakat yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia.
“Cuci tangan pakai sabun juga dikenal luas sebagai teknik dasar penting pencegahan penyebaran penyakit menular. Tingkat keberhasilannya 85% dapat mencegah penyakit dan 15% mencegah supaya sakitnya tidak menjadi berat,” ucap Dirjen Maxi.
(sof)