LANGIT7.ID, Jambi - Covid-19 varian AY1 atau Delta Plus ditemukan di Indonesia. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular menyatakan sedikitnya ada tiga kasus Delta Plus yang muncul di
Tanah Air.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dua kasus terdeteksi di
Jambi dan satu lainnya di Mamuju, Sulawesi Barat.
Kasus tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan sampel spesimen pasien Covid-19 melalui metode whole genome sequencing. "Ketiga kasus ini merupakan kasus transmisi lokal," kata Nadia dikutip dari
Anadolu Agency, Kamis (29/7/2021).
Varian Delta Plus merupakan turunan dari varian Delta (B.161.7.2). Varian Delta saat ini mendominasi lonjakan infeksi yang terjadi di Pulau Jawa.
Varian Delta Plus pertama kali muncul dalam basis data global, Maret 2021. Badan Kesehatan Inggris (PHE) mengkategorikan Delta Plus sebagai varian yang menjadi perhatian (
variant of concern). Satu hal yang membedakan Delta Plus dengan varian Delta, yakni varian tersebut mengandung mutasi tambahan K417N pada bagian protein spike yang menutup permukaan virus SARS-CoV-2.
Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jambi Nirwan Satria mengaku sangat kaget dengan munculnya temuan kasus varian Delta Plus di wilayah kerjanya. Satgas Covid-19
IDI belum mengetahui detail dari temuan kasus tersebut, misalnya terkait siapa pasiennya dan bagaimana bisa muncul di Jambi.
Dia meminta seluruh pihak meningkatkan kepatuhan kepada protokol kesehatan untuk mencegah penularan lebih lanjut. "Persiapan kami sebagai medis, apa pun variannya yang akan kami lakukan adalah mengedukasi kita semua untuk melindungi diri masing-masing supaya tidak terpapar," kata Nirwan melalui konferensi pers virtual, Kamis (29/7/2021).
(asf)