LANGIT7.ID - , Jakarta - Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat global dengan prevalens dan insidens gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk, dan biaya yang tinggi.
Penyakit ini perlu mendapatkan perhatian khusus, karena satu dari 10 orang dewasa diperkirakan mengidap penyakit ginjal kronis. Dan bila tidak segera ditangani penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan gagal ginjal yang mana membutuhkan hemodialisa untuk pengobatannya.
Baca juga: Cegah Penyakit Ginjal sejak Dini, Kenali 2 Faktor Resiko IniMenteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyakit ginjal kronis yang tidak segera ditangani diperkirakan menyebabkan kematian sebanyak 1 juta orang di dunia setiap tahunnya.
Di Indonesia, tambahnya, pasien dengan gagal ginjal kronik pada tahun 2020 adalah sekitar 200 ribu orang. Dan persentase pasien yang terlayani dengan hemodialisa baru mencapai 51 orang.
"Meskipun begitu, penyakit ginja kronis dan gagal ginjal ini dapat dicegah, tentu perlu upaya dan komitmen yang kuat dari semuanya. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, melalui program promosi dan edukasi penyakit ginjal kronis," ujar Budi dalam acara bertajuk "Cerdik Kenali, Jaga dan Rawat Ginjal Kita dengan Patuh", Kamis (31/3/2022).
Baca juga: Gagal Ginjal Mengintai, Ini Aturan Minum Air Putih yang SehatSelain itu, lanjut dia, seiringan untuk mewujudkan transformasi enam pilar kesehatan, Kementerian Kesehatan melakukan perluasan layanan screening kesehatan bagi masyarakat.
"Tujuannya untuk mendeteksi faktor resiko terjadinya gangguan penyakit ginjal kronis, meningkatkan akses layanan ginjal melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit, serta terus menjaga mutu pelayanan yang ada," ungkapnya.
Budi lalu menyampaikan, bahwa Kemenkes juga sudah berupaya melakukan review perbaikan dalam sistem pembiayaan yang dapat mengakomodir layanan penyakit ginjal kronis, serta pemanfaatan teknologi serbaguna yang mendukung efisiensi layanan khusus untuk penyakit ginjal.
Baca juga: Termasuk Penyakit Kronis, Waspadai Hipertensi Paru pada AnakMaka itu, dengan momentum hari ginjal sedunia tahun 2022, Budi mengajak semua pihak untuk tetap bangun kesadaran serta kepedulian untuk terus pelihara kesehatan ginjal
"Dengan momentum hari ginjal sedunia tahun 2022 ini, mari kita bersama-sama tingkatkan lagi kesadaran, kepedulian masyarakat disekitar kita untuk lebih mengenal dan memelihara kesehatan ginjal kita," pungkasnya.
(est)