Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tiru Cara Rasulullah, Didik Anak dengan Canda dan Tawa

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 01 April 2022 - 14:54 WIB
Tiru Cara Rasulullah, Didik Anak dengan Canda dan Tawa
Ayah dan anak yang sedang menghabiskan waktu bersama. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta -
Memiliki anak yang taat pada agama tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Makanya para orang tua berusaha mendidik mereka sejak dini agar ketika dewasa mereka bisa menjadi anak yang sesuai harapan.

Praktisi Kekokohan Keluarga dan Parenting Islami Ustadz Bendri Jaisyurrahman mengatakan sebagai orang tua tidak bisa mendidik anak secara sembarangan. Orang tua harus mendidik dengan menyesuaikan psikologi mereka.

"Hal yang kurang yang harus kita pelajari adalah kita mendidik anak tetapi tanpa memahami psikologi mereka. Kita biasanya mengasuh anak itu dengan hanya menggunakan metodologi yang mengikat hati," ujar Ustadz Bendri dalam acara bertajuk "Tips Didik Anak dengan Al Qur'an sejak Dini," Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Teladani Rasulullah, Begini Cara Hentikan Anak Berkata Kasar

"Misal orang tua merasa bahwa menasehati anak itu merupakan satu-satunya cara mengasuh, padahal nasehat itu akan diterima dari orang-orang yang hatinya itu sudah terikat. Ingat anak Anda bukan santri yang sudah terlatih," lanjut dia.

Anak akan melihat siapa yang berbicara, jika orang tersebut menyenangkan maka mereka akan mendengarkannya. Namun, menurut Ustadz Bendri, masalah yang kerap terjadi pada orang tua adalah mereka ingin menasehati, tetapi lupa membangun hubungan.

"Kita lupa bahwa anak-anak bermain Tik Tok itu karena ada kebutuhannya yang tidak terpenuhi. Kebutuhan anak yang tidak selalu didapatkan oleh orang tua yang terlalu sholeh adalah hiburan," ungkapnya.

Menurut dia, hiburan bagi anak ibarat makanan, jika ia tidak dikerjakan maka ia akan cari sendiri. Satu hal yang kerap dilupakan oleh orang tua ini adalah hak anak yakni tertawa.

"Senyum dan tawa anak itu adalah hal yang dibutuhkan setiap anak. Bahkan beberapa dari mereka menganggapnya ini seperti NKRI harga mati. Jika mereka tidak dapat dari orang tuanya mereka akan mencari di luar," ucap Ustadz Bendri.

Lebih lanjut, Ustadz Bendri berkata canda tawa itu dibolehkan dalam agama karena hidup manusia itu sangat dinamis. Makanya jika anak tidak bisa senyum dan tertawa saat dirumah, ia pasti akan mencari cara lain. Rasulullah SAW ketika bertemu anak kecil ia tentu akan mengajaknya bercanda.

Baca juga: 4 Fakta Ibunda Aisyah RA, Istri Tercinta Rasulullah SAW

"Anak-anak itu akan bahagia jika diajak bermain, coba anda cek apakah kalian pernah mengajak anak bermain, kalian hanya menasehati tetapi kurang menjadi ayah yang mengajak mereka bermain, sehingga anak jiwanya meronta. Hal tersebutlah yang membuat anak jadi kabur," tuturnya.

"Ini yang kurang pada kita, kita ingin mengenalkan Al-Qur'an seolah-olah hidup itu tidak harus ketawa, salah. Itu melanggar fitrah. Tetapi kita juga tahu, bahwa ketawa berlebihan dapat mematikan hati, makanya hanya sekedarnya," pungkas Ustadz Bendri.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)