Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 06 Mei 2026
home masjid detail berita

Adakah Tahajud Lagi Setelah Shalat Tarawih? Ini Penjelasan Ulama

fajar adhitya Selasa, 05 April 2022 - 11:00 WIB
Adakah Tahajud Lagi Setelah Shalat Tarawih? Ini Penjelasan Ulama
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Waktu utama mengerjakan shalat Tahajud adalah sepertiga malam terakhir, di mana pada bulan Ramadhan beririsan dengan waktu santap sahur. Sepertiga malam terakhir yakni sekitar jam 01.00 sampai adzan Subuh.

Anjuran mendirikan shalat Tahajud dikuatkan berdasarkan ayat-ayat dalam Al-Quran. Salah satunya adalah Surat Al-Isra ayat 79:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Artinya: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Baca Juga: Shaum Ramadhan Angkat Derajat Mukmin Jadi Muttaqin

Ayat ini mengungkapkan keutamaan waktu malam, termasuk waktu sahur di mana seorang muslim dianjurkan untuk mendirikan shalat. Bangun di tengah malam untuk salat tahajud dan membaca Al-Qur'an dengan khusyuk akan dapat membuat iman jadi kuat dan membina diri pribadi.

Shalat tarawih biasa ditutup dengan shalat witir. Adapun hadits mengenai anjuran menutup shalat malam dengan shalat witir adalah:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari 'Ubaidullah telah menceritakan kepadaku Nafi' dari 'Abdullah bin 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jadikanlah akhir shalat malam dengan ganjil (witir)." (HR Muslim).

Dalam hadits yang lain, diriwayatkan bahwasanya Rasulullah pernah melakukan shalat sunnah meskipun telah melaksanakan shalat Witir.

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يُصَلِّي ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ ح و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ بِشْرٍ الْحَرِيرِيُّ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ سَلَّامٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِهِمَا تِسْعَ رَكَعَاتِ قَائِمًا يُوتِرُ مِنْهُنَّ

Baca Juga: Syarat Perjalanan Terbaru: Pemudik Dipaksa Ikut Vaksinasi Booster

Artinya: Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Yahya dari Abu Salamah katanya; "Aku pernah bertanya kepada 'Aisyah tentang shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Aisyah menjawab; "Beliau melakukan shalat tiga belas rakaat, beliau shalat delapan rakaat kemudian witir, setelah itu beliau shalat dua rakaat dengan duduk. Jika beliau hendak ruku', maka beliau berdiri dahulu lalu ruku', setelah itu beliau shalat dua rakaat antara (adzan) dan iqamat shalat subuh." Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Yahya katanya; "Aku pernah mendengar Abu Salamah, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepadaku Yahya bin Bisyr Al Hariri telah menceritakan kepada kami Muawiyah yaitu Ibnu Sallam dari Yahya bin Abu Katsir katanya; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bahwa ia bertanya kepada 'Aisyah tentang shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, seperti hadits di atas, hanya dalam hadisnya disebutkan dengan redaksi "sembilan rakaat sambil berdiri, termasuk dengan witirnya." (HR Muslim).

Ulama Persatuan Islam (Persis), KH Aceng Zakaria dalam kitab al-Fatawa menjelaskan, dalam pelaksanaan shalat malam boleh dicicil. Umpamanya, jika telah melakukan witir di awal malam tiga rakaat, maka di akhir malam tinggal delapan rakaat dan tidak usah ditutup lagi dengan witir karena tidak ada dua witir dalam satu malam.

Adapun hadits yang menyatakan: "Jadikanlah akhir shalat malam kamu dengan witir." (HR Muslim).

Baca Juga: Imbang Tanpa Gol Lawan Bologna, Milan Buang-Buang Peluang

Hadits ini cuma menunjukkan keutamaan saja. Menurut Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu: "Adapun ucapan Nabi Saw: "Jadikanlah akhir shalat malam kamu dengan witir, dan segerakanlah shalat witir sebelum subuh. Itu hanya menunjukkan sunnah." (al-Muhalla: 493).

Kesimpulannya, jika setelah Isya shalat tarawih telah dilakukan 11 rakaat, maka di akhir malam tidak ada shalat tahajud lagi, karena jumlah maksimal shalat malam itu 11 rakaat sebagaimana dalam hadits di atas. Untuk memanfaatkan waktu bisa saja dengan membaca Al-Qur'an atau dengan berdoa.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 06 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)