LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam harus bisa meneladani hidup
Rasulullah. Perilaku Nabi sehari-hari bisa menjadi contoh, karena tampak sederhana dan tidak tamak dan cinta dunia.
Pendakwah,
Buya Yahya menjelaskan, ternyata hidup sederhana ala Rasulullah ini dimaksudkan agar umatnya terhindar dari kecintaan kepada dunia.
"
Tamak kepada dunia itulah sumber orang dekat kepada keharaman," katanya dikutip dari Al-Bahjah TV, Rabu (6/4/2022).
Baca Juga: 3 Kurikulum Ramadhan Rasulullah agar Jadi Orang BertakwaBahkan, lanjut dia, ketamakan dan serakahnya orang yang cinta akan dunia dan pangkat, lebih membahayakan dibandingkan serigala yang lapar.
"Pangkat ini juga berarti sebuah kemuliaan di pandangan manusia. Tidak hanya soal pejabat, tapi juga para wali palsu," katanya.
Menurutnya, umat perlu kembali pada kesederhanaan untuk bisa selamat dunia akhirat. Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.
"Nabi bukan tidak bisa mendapatkan barang mewah dan istimewa, akan tetapi beliau memang tidak mengajarkan diri dan anaknya terhadap kemewahan," katanya.
Di sisi lain, menurut Ustadz Muhammad Syahputra, manusia yang terbiasa hidup mewah akan sulit menghadapi beberapa keadaan. Sebab, terkadang datang berbagai hal yang tidak sesuai dengan kemewahan.
"Orang kalau bermanja-manja di atas kemewahan, suatu saat kalau diangkat kemewahan itu oleh Allah SWT, maka akan kesulitan dia," katanya dikanal YouTube Surabaya Mengaji.
Namun, bagi orang yang mampu dan berusaha menyederhanakan diri, akan mendapatkan manfaat. Salah satunya melatih diri untuk lebih bersabar.
"Hidup sederhana itu diperlukan, karena terkadang Allah tempatkan hambanya dalam keadaan di mana dia harus hidup sederhana. Sehingga, ketika sudah melatih hidup sederhana, InsyaAllah terbiasa untuk hidup yang demikian," tambahnya.
(bal)