Pernah Sengaja Batalkan Puasa saat Masih Remaja? Begini Solusinya
mahmuda attar husseinJum'at, 08 April 2022 - 08:40 WIB
Ilustrasi bertaubat karena pernah membatalkan puasa dengan sengaja. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Manusia tentu pernah berbuat dosa, salah satunya membatalkan puasa saat masih remaja. Hal ini terjadi karena pergaulan yang buruk atau memang belum mengenal agama.
Sahabat Langit7 yang kini serius untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala tak perlu risau dengan dosa masa lalu. Solusi paling tepat ialah bertaubat.
Tulisan dari Muhammad Abduh Tuasikal dari laman Rumaysho.com menjelaskan bahwa orang yang membatalkan puasa karena ada udzur seperti sakit, hamil, menyusui dan safar, boleh saja mengqodho atau mengganti ibadah tersebut di kemudian hari.
Berbeda dengan mereka yang membatalkan puasa tanpa udzur secara sengaja, maka tidak ada kewajiban baginya untuk mengganti shaum Ramadhan tersebut dengan puasa sunnah atau membayar fidiyah.
Namun yakinlah bahwa Allah SWT akan mengampuni semua dosa-dosa hambanya. Hal ini tertuang dalam Al Quran surah Az Zumar ayat 53 yang artinya:
"Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Seorang muslim yang sadar akan dosa-dosanya di masa lalu wajib taubat dengan sebenar-benarnya taubat. Yakni menyesali dosa tersebut, bertekad tidak mengulanginya, menghindari perbuatan dosa dan mengganti kesalahan tersebut dengan amal soleh.
Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, ibadah memiliki batasan waktu awal dan akhir. Bila tidak ada udzur dan meninggalkan ibadah tersebut, lalu berusaha menggantinya, maka dianggap tidak sah atau bermanfaat.
Dia pun memberikan contoh, "Apabila seseorang sengaja meninggalkan shalat hingga keluar waktunya, lalu jika dia bertanya, 'Apakah aku wajib mengqodho (mengganti) shalatku?' Kami katakan, 'Engkau tidak wajib mengganti (mengqodho) shalat mu. Karena hal itu sama sekali tidak bermanfaat bagimu dan amalan tersebut akan tidak diterima."
Berbeda halnya bila memiliki udzur seperti ketiduran atau lupa, maka waktu ibadah untuknya adalah sampai udzurnya tersebut hilang. Artinya harus segera melaksanakan shalat.
Sementara untuk puasa, apalagi dilakukan di masa lalu karena minimnya ilmu agama atau pergaulan yang buruk, seorang muslim dianjurkan untuk bertaubat. Lalu memperbanyak amal soleh, di antaranya puasa sunnah senin-kamis.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”