Teknologi Terbaru dari Alodokter, Mampu Deteksi 6 Kondisi Batuk
Fifiyanti AbdurahmanSabtu, 09 April 2022 - 07:40 WIB
Teknologi terbaru dari Alodokter, pendeteksi batuk. Foto: Alodokter
LANGIT7.ID - , Jakarta - Platform kesehatan digital, Alodokter menghadirkan teknologi baru pendeteksi suara batuk. Inovasi ini dapat mengdiagnosis enam kondisi paru-paru yang berbeda, antara lain infeksi paru, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), ISPA, batuk rejan, dan bronkitis.
Memiliki tingkat akurasi diagnosis berkisar 87-97 persen atau sama akuratnya dengan pemeriksaan konvensional, menjadikan Alodokter telemedisin pertama di Asia yang menggunakan teknologi ini.
Presiden Direktur Alodokter, Suci Arumsari mengatakan fitur terbaru ini tidak hanya mendeteksi batuk tetapi juga dapat membantu pasien untuk menindaklanjuti penyakit yang diderita.
"Tentunya dokter juga akan memberikan tindak lanjut, misal jika dibutuhkan, dokter bisa meresepkan obat yang kemudian bisa dengan mudah ditebus di Aloshop oleh pasien," ujar Suci kepada Langit7, Jumat (8/4/2022).
"Jika dokter menyarankan untuk melanjutkan konsultasi lebih lanjut secara offline, fitur buat janji juga bisa membantu booking jadwal dengan dokter terkait," lanjut dia.
Lantas, bagaimana fitur ini mengetahui ciri batuk? Suci mengatakan teknologi remote diagnostic ini telah memiliki big data berbagai suara batuk.
"Ketika pasien melakukan batuk pada smartphone mereka untuk diagnosis lebih lanjut, teknologi tersebut kemudian akan mencocokkan batuk dengan kondisi penyakit tertentu yang sudah terekam dalam big data kami," ucapnya.
Terkait dengan pemilihan dokter, Suci menuturkan ketika pasien membuka aplikasi telemedisin Alodokter untuk menggunakan fitur chat dokter. Pasien dapat memilih sendiri dokter spesialis untuk berkonsultasi.
Jika dibutuhkan, maka saat konsultasi dokter spesialis akan melakukan pengecekan lebih lanjut dengan merekomendasikan tes batuk lewat remote diagnostic.
Tentu saja, lanjut dia hasil remote diagnostic nanti tidak semata-mata akan diberikan begitu saja pada pasien. Dokter spesialis akan membantu membacakan hasil diagnosisnya dan menerangkan kondisi yang dialami pasien sejelas mungkin.
Lebih lanjut, wanita yang sempat berkarier sebagai Media Produser di SK Radio ini mengatakan fitur ini bisa digunakan untuk semua usia, jadi para orang tua tidak perlu khawatir.
"Fitur ini ramah untuk seluruh usia. Jika ada anggota keluarga, semisal anak kecil, yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dengan dampingan orang tua untuk mengecek kondisi paru-paru, maka dokter spesialis yang dalam hal ini adalah dokter spesialis anak bisa merekomendasikan penggunaan fitur remote diagnostic untuk diagnosis lebih lanjut," jelas Suci.
Nantinya, Suci melanjutkan, dari penggunaan teknologi tersebut bisa terlihat apakah pasien menderita batuk rejan anak, atau asma, atau kondisi medis lainnya.
Selain dokter anak, dokter spesialis lainnya yang bisa merekomendasikan penggunaan teknologi ini di antaranya adalah dokter spesialis THT, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis paru.
Untuk diketahui, teknologi yang dikembangkan bersama ResApp, telemedisin asal Australia, telah disertifikasi Kementerian Kesehatan RI dan terakreditasi untuk digunakan di Eropa dan Australia.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”