LANGIT7.ID - , Jakarta -
Batuk merupakan salah satu
penyakit menular yang rentan terjadi di tengah
musim pancaroba. Salah satu cara menghentikan penyebarannya dengan menerapkan etika batuk. Bagi orang dewasa mungkin akan lebih muda menerapkannya, namun bagaimana dengan anak-anak?
Ahli Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Ida Safitri Laksanawati mengatakan percikan udara akan keluar saat batuk ataupun
bersin.
Baca juga: Etika Pergaulan Antara Santri dengan Ulama, Ini Kata Buya YahyaDia menganjurkan untuk melatih anak-anak, terutama usia yang agak besar, menutup mulut menggunakan siku saat batuk. Tujuannya agar percikannya tidak menjangkau orang terdekat.
Sementara bagi anak yang lebih kecil, orang tua bisa memastikannya dengan menutup mulut anak menggunakan tisu.
"Ketika anak mau batuk berikan tisu supaya percikan udara yang keluar dari batuk itu ada di tisu, kemudian tisunya dibuang di tempat sampah yang sesuai," ujar dr Ida pada acara virtual kesehatan, Selasa (18/10/2022).
Cara ini bisa diterapkan orang tua pada anak usia di bawah 2 tahun yang masih sulit memakai
masker. Sedangkan, untuk anak yang lebih besar, bisa diajarkan untuk memakai masker. Sehingga saat batuk di ruang publik, masker tersebut dapat menjadi pelindung.
"Etika batuk ini harus kita terapkan tidak hanya untuk mencegah terhadap Covid tetapi juga pencegahan terhadap penyakit-penyakit lain yang cara penularannya adalah melalui droplet, contoh
TBC, influenza atau campak," katanya.
Baca juga: Cara Tegur Anak-Anak Ribut ketika Khutbah Jumat, Ada Tahapannya"Karena itu, etika batuk itu perlu diperhatikan dan diajarkan kepada anak-anak yang sudah cukup besar dan sudah bisa memahami perintah," pungkas dr Ida.
(est)