Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tips Merawat Enzim Tubuh dengan Susu Hewani dan Nabati

ahmad zuhdi Jum'at, 30 Juli 2021 - 08:36 WIB
Tips Merawat Enzim Tubuh dengan Susu Hewani dan Nabati
ilustrasi susu (foto: Langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Dalam tubuh manusia, ada sekitar tiga ribu enzim di mana semuanya bekerja pagi, siang, dan malam. Semua enzim itu mengatur lebih dari 25 ribu jenis reaksi kimiawi enzim dalam tubuh. Apabila yang satu bermasalah, yang lainnya pun akan bermasalah karena tubuh kita adalah satu kesatuan.

Apa yang menyebabkan enzim kita bermasalah? Penyebabnya adalah seringnya dimasuki bahan-bahan “oplosan”. Setiap produk olahan yang menggunakan bahan kimia, berupa pengawet, penyedap, dan perisa sangat mengganggu enzim, termasuk obat-obatan kimia.

Dampak Produk Olahan

Makanan yang diolah, mulai dari kukus, rebus, bakar atau goreng, juga dapat mengganggu sistem kerja enzim. Maka dari itu, para ahli nutrisi menyarankan agar dalam sehari ada makanan mentah yang kita konsumsi supaya enzim tetap aman. Dianjurkan juga untuk mengonsumsi buah-buahan setiap hari.

Kandungan gizi dari makanan yang dibakar dan digoreng sudah banyak berkurang. Maka dari itu, bagi yang suka makanan yang dibakar atau digoreng, perbanyaklah mengonsumsi sayuran dan buah.

Manfaat Susu

Susu merupakan produk yang banyak disebutkan dalam Al Qur'an sebanyak 35 kali. Rasulullah SAW pun meminum susu dan memilihnya saat peristiwa Isra' Mi'raj. Allah Swt berfirman sebagai berikut:

مَّثَلُ ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَآ أَنْهَٰرٌ مِّن مَّآءٍ غَيْرِ ءَاسِنٍ وَأَنْهَٰرٌ مِّن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُۥ وَأَنْهَٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنْهَٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَٰلِدٌ فِى ٱلنَّارِ وَسُقُوا۟ مَآءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُمْ

"Maṡalul-jannatillatī wu'idal-muttaqụn, fīhā an-hārum mim mā`in gairi āsin, wa an-hārum mil labanil lam yatagayyar ṭa'muh, wa an-hārum min khamril lażżatil lisy-syāribīn, wa an-hārum min 'asalim muṣaffā, wa lahum fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti wa magfiratum mir rabbihim, kaman huwa khālidun fin-nāri wa suqụ mā`an ḥamīman fa qaṭṭa'a am'ā`ahum."

"(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?."

Namun susu yang dimaksud adalah bukan susu yang mengalami proses. Susu tersebut bisa berasal langsung dari hewan atau biji-bijian, di antaranya Susu Hewani yang terdiri dari:

1. Susu Sapi

Susu sapi sejatinya merupakan susu yang dapat dikonsumsi manusia, sebagaimana petunjuk al-Qur'an dan hadits Rasulullah Saw. Namun, pengolahan dan proses pada susu sapi menyebabkan susu tersebut mengalami banyak perubahan, salah satu proses tersebut adalah pasteurisasi.

Susu sapi memang bergizi. Akan tetapi, gizinya akan tetap terjaga jika perawatan dan makanan sapinya terjaga. Makanan sapi yang baik untuk gizi susu sapi adalah rumput alami, tanpa bahan kimia. Makanan sapi yang tidak layak akan menurunkan kualitas gizi pada air susunya. Susu sapi alami dihasilkan dari sapi yang dirawat secara alami dan tanpa suntikan bahan kimia, baik suntikan untuk pertumbuhan, reproduksi, maupun untuk pengobatan.

Selain makanan sapi dan proses pengolahan susu sapi, gizi susu sapi dipengaruhi juga oleh waktu. Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah, susu sapi yang baik adalah yang dihasilkan oleh sapi yang baru melahirkan hingga 40 hari setelahnya. Maka dari itu, untuk mendapatkan kandungan yang optimal, minumlah susu sapi alami.

2. Susu Kambing

Susu kambing memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan susu sapi. Komposisi kimiawi airnya mendekati ASI. Dengan komposisi tersebut, menurut dAr. Rini Damayanti Moeljanto, dipl. CN., susu kambing dapat diberikan kepada bayi yang berusia 1 tahun sebagai pengganti ASI. Bagi ibu yang bermasalah dalam menyusui bayinya, tentunya ini sangat membantu. Susu kambing dapat disajikan tanpa dimasak terlebih dahulu. Proses pemasakan pada susu kambing justru berpotensi merusak beberapa elemen, terutama mineral atau fluorine yang berkhasiat sebagai antiseptik dan pelindung paru-paru.

Selain dari hewan, kita juga bisa mendapatkan susu nabati dari biji-bijian. Berikut ini jenis susu dari biji-bijian:

1. Susu Beras Organik

Susu beras organik memang tidak cocok disebut sebagai “susu” karena cairan yang dihasilkan tidak diperoleh dari hewan. Susu sendiri sebenarnya sumber protein dan kalsium. Sementara itu, susu beras yang berbahan dasar beras tidak kaya akan protein. Kandungan kalsiumnya pun rendah. Hanya saja, susu beras yang ada di pasaran kebanyakan sudah ditambah kalsium dan gula.

2. Susu Kedelai

Kedelai merupakan sumber protein yang murah. Berbagai produk pangan dapat dihasilkan darinya. Kedelai dapat langsung dimakan setelah direbus, disangrai, atau digoreng. Terdapat dua jenis produk yang dihasilkan dari olahan tempe, yaitu makanan non fermentasi dan fermentasi. Makanan olahan kedelai terfermentasi, di antaranya tempe, kecap, dan tauco. Sementara itu, yang nonfermentasi, di antaranya adalah tahu dan kembang tahu. Kadar asam amino yang dimiliki kedelai termasuk yang paling lengkap.

Kedelai juga dapat diolah menjadi susu. Kandungan susu kedelai sama dengan kandungan kedelai sebelum diolah. Manfaatnya pun sama. Salah satu manfaat kedelai adalah dapat mencegah jantung koroner dan kanker. Oleh karena mengandung senyawa yang penting, seperti Phenolik dan asam lemak tak jenuh, kedelai dapat menekan dan menghalangi munculnya senyawa nitrosamin, yaitu senyawa yang dapat menimbulkan kanker. Namun, kedelainya, haruslah kedelai yang sehat, bebas dari rekayasa genetik.

3. Susu Tempe

Salah satu makanan tradisional yang sudah banyak diminati dan digemari oleh banyak orang adalah tempe. Proses fermentasi yang dialami tempe membuat kandungan gizi pada tempe menjadi lebih berkualitas dan seimbang. Zat antigizi yang terdapat pada kacang kedelai pun menjadi hilang. Tidak hanya zat gizi makro, tempe juga mengandung zat gizi mikro (seperti B kompleks dan mineral zink).

Tempe juga dapat diolah menjadi susu. Seperti halnya tempe, susu tempe pun tepat dijadikan pilihan untuk pemenuhan gizi seimbang, pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta pencegahan penuaan dini. Tempe juga mengandung vitamin B1, B2, B3, B6, B12, serta asam pantotenat.

4. Susu Almond

Kacang-kacangan mengandung lemak tidak jenuh yang baik untuk kesehatan. Kacang almond satu di antaranya. Almond sering ditambahkan dalam produk pangan dengan maksud untuk meningkatkan citarasa, tekstur, dan menyeimbangkan komposisi gizinya. Komposisi lemak yang terkandung dalam almond sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol yang secara langsung dapat mencegah dampak buruk dari aterosklerosis, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan stroke.

Sumber: Buku 'Jurus Sehat Rasulullah; Hidup Sehat Menebar Manfaat' karya dr Zaidul Akbar

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)